konawe-raya

DPRD Konawe Terima Dokumen R-APBD Perubahan tahun 2025, PAD Direncanakan Naik

Kamis, 11 September 2025 | 14:13 WIB
Bupati Konawe H. Yusran Akbar, ST menyerahkan Dokumen RAPBD Perubahan tahun 2025 kepada Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, MM untuk dibahas sesuai dengan tahapan -tahapannya.

Konawe, Rakyatsultra.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, menggelar Rapat Paripurna Penyerahan Dokumen Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (R-APBD Perubahan) Tahun Anggaran 2025, Kamis (11/9/2025). Rapat berlangsung di Ruang Paripurna Gedung H. Abdul Samad.

Sidang dipimpin Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, S.Pd., MM, dan dihadiri langsung Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, Wakil Bupati H. Syamsul Ibrahim, SE, M.Si, Forkopimda, Sekretaris Daerah Dr. Ferdinand, SP., MH., serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemda Konawe.

Dalam sambutannya, Bupati Yusran Akbar menegaskan bahwa APBD tidak boleh dipandang sekadar sebagai tumpukan angka, melainkan instrumen kebijakan yang mencerminkan arah pembangunan dan keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat.

“Sebagai kepala daerah, saya memandang APBD sebagai alat transformasi. Setiap rupiah harus mampu memberi manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat,” tegasnya.

Menurutnya, R-APBD Perubahan 2025 disusun secara teknokratik, berbasis data, serta tetap memperhatikan dinamika ekonomi, kondisi sosial, dan keseimbangan fiskal. Dokumen tersebut sejalan dengan visi pembangunan jangka menengah Kabupaten Konawe 2025–2029: “Konawe Bersahaja – Berdaya Saing, Sejahtera, Adil, dan Berkelanjutan.”

Suasana paripurna DPRD Konawe

Pendapatan Daerah Naik Rp69,56 Miliar

Total pendapatan daerah dalam R-APBD 2025 naik dari Rp1,81 triliun menjadi Rp1,88 triliun, atau meningkat sebesar Rp69,56 miliar. Kenaikan terbesar berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang melonjak dari Rp242,47 miliar menjadi Rp317,99 miliar.

Sementara itu, pendapatan transfer relatif stabil, turun tipis menjadi Rp1,54 triliun. Adapun lain-lain pendapatan yang sah menurun menjadi Rp17,35 miliar.

Belanja Difokuskan ke Infrastruktur dan Pelayanan Dasar

Belanja daerah direncanakan sebesar Rp1,94 triliun, naik dari Rp1,82 triliun. Rinciannya:

Belanja operasi Rp1,24 triliun, difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial.

Belanja modal naik signifikan menjadi Rp345,77 miliar, diprioritaskan pada infrastruktur jalan, irigasi, gedung pelayanan publik, serta sarana pendukung investasi.

Belanja tidak terduga Rp6,69 miliar sebagai dana kontinjensi.

Halaman:

Tags

Terkini