konawe-raya

Bupati Konawe Kepulauan Amrullah Inspirasi Siswa SMA Dari Kisah Hidupnya

Selasa, 23 April 2024 | 12:48 WIB
Bupati Konkep, Ir H Amrullah MT saat berswafoto dengan pelajar SMAN 1 Wawonii

LANGARA, Rakyatsultra.id - Perayaan hari jadi Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) yang bertepatan 12 April 2024 dikemas sederhana, meski demikian ada salah satu bagian dari rangkaian kegiatan yang cukup menarik perhatian publik, yakni Bupati menyapa.

Kegiatan Bupati menyapa itu adalah program menyambangi sekolah dengan tujuan memberikan inspirasi kepada para pelajar untuk lebih tekun dalam menuntut ilmu. 

Salah satu sekolah yang dikunjungi dalam program Bupati menyapa kali ini adalah Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Wawonii di Kecamatan Wawonii Barat

Bupati Konkep, Ir H Amrullah MT saat memberikan motivasi kepada ratusan pelajar di SMAN 1 Wawonii, Selasa (23/4) mengatakan bahwa, untuk mencapai kesuksesan diperlukan ketekunan, kegigihan, kesabaran dan keikhlasan dalam menggapai cita-cita.

Ia juga membagi pengalaman melalui kisah perjalanan hidupnya, sejak kecil hingga menjadi Bupati seperti saat ini. Apa yang diraih hari ini, adalah hasil dari kerja keras, kesabaran dan keihlasan serta tekad yang kuat dalam menggapai cita-citanya.

"Saya lahir di Desa Watuondo, salah satu kampung kecil di Kecamatan Wawonii Timur Laut saat ini, kemudian mengikuti orang tua saya pindah tugas di Langara, di sinilah saya memulai pendidikan sekolah dasar, yang saat itu, usia saya baru lima tahun, yang seharusnya nanti usia tujuh tahun baru bisa masuk SD kelas satu," ceritanya meniru cerita mendiang ayahnya kala itu.

Penyambutan Bupati Konkep, Ir H Amrullah MT bersama rombangan saat bertandang ke SMAN 1 Wawonii di Langara, Selasa (23/4).

Jika melihat kelompok umur, mestinya ia belum bisa naik kelas, dari kelas satu naik kelas dua SD saat itu. Maka gurunya meminta izin kepada ayah Amrullah kecil, untuk meminta dinaikan, dan hasilnya ia menjadi juara di kelasnya. 

Karena keterbatasan waktu memaparkan kisah hidupnya, Bupati Konkep dua periode itu mempersingkat ceritanya, bagaimana susahnya merantau di Pulau Jawa untuk menuntut pendidikan.

"Saya saat itu dengan uang lima puluh ribu masih merasa belum cukup, tapi teman-teman saya di Jawa uang tiga puluh ribu saat itu sudah merasa cukup, bedanya mereka, tidak merokok, saya merokok. Lalu saya bertanya, mas kenapa tidak merokok? Mereka menjawab kalau kami merokok kasian orang tua kami yang susah payah mencari uang," ceritanya, mengulang kisahnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan strata satu dengan gelar Insinyur transportasi jalan di Universitas Islam Indonesia di Jogjakarta. Yang gelar itu juga terinspirasi dari teks proklamasi yang bertuliskan Insinyur Soekarno.

"Saat itu saya belum tahu apa-apa mengenai gelar Insinyur, tapi saya suka. Sehingga berupaya ingin kuliah di luar daerah. Dalam benak saya, tujuannya adalah Jogjakarta. Kenapa Jogjakarta, karena tertarik dalam film "Puspa Indah Taman Hati" yang diperankan oleh Rano Karno, sembari berangan saya mendapatkan jodoh di Jogjakarta, dan akhirnya benar saya mendapat jodoh di sana," kelakarnya yang disambut riuh tepuk tangan dan tawa.

Setelah menikah tahun 1991, dan dikaruniai anak pertama tahun 1992. Amrullah memboyong istri ke Kendari. Di Kendari, ia diterima sebagai Konsultan di Balai Kementerian Pekerjaan Umum. Sementara Istrinya, Dra Nurul Hidayati menjadi guru.

Di sanalah ia memulai meniti karir di Kementerian PU, pada tahun 2014, dirinya diperintahkan Gubernur Sultra, Nur Alam saat itu, hingga pada hari ini diberi kepercayaan sebagai Bupati Konawe Kepulauan di periode ke dua.

Halaman:

Tags

Terkini