Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae saat diwawancara oleh awak media, Selasa (12/10/2021). Foto: Karim/Rakyat Sultra.
LANGARA - Meski beberapa kali tertunda akhirnya, pelabuhan pengumpan lokal di Kelurahan Munse Kecamatan Wawonii Timur, akhirnya mendapat kejelasan. Tahun ini dikabarkan pelabuhan yang akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu akan dikucurkan sebesar Rp20 Miliar.
Demikian yang disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae saat bertandang ke Konkep, Selasa (12/10). Kata ia, tertundanya pembangunan pelabuhan Munse itu bukan karena anggaran tapi karena ada kesalahan teknis perencanaannya.
"Tahun ini turun lagi dengan anggaran 20 Miliar, mudah-mudahan pembangunannya sudah terlaksana tahun 2022," harapnya.
Tujuan mantan Bupati Muna dua periode itu adalah meletakan batu pertama kegiatan padat karya yang dilaksanakan kepala Distrik Navigasi Langara.
"Sekaligus saya bertemu dengan Bupati dan Wakil Bupati untuk membicarakan banyak hal, termasuk rencana pembangunan pelabuhan kapal Fery di Sawea Kecamatan Wawonii Selatan," katanya.
Tak hanya itu, Ridwan Bae juga membahas persoalan jalan lingkar Wawonii dengan sejumlah jembatannya serta beberapa rencana kegiatan lain yang statusnya padat karya.
"Dalam waktu yang tidak terlalu lama, saya akan datang kemari bersama dengan kepala balai terkait. Mulai dari kepala balai jalan, balai Irigasi, balai cipta karya dan kepala balai perumahan. Saya akan jalan bersama mereka, saya ingin melihat respon Bupati terhadap kepentingan masyarakat Wawonii," ulasnya.
Politikus Golkar itu berkeinginan suatu waktu Pulau Wawonii menjadi "BATAM"nya Sulawesi Tenggara (Sultra) karena memiliki potensi yang sangat luar biasa. Memiliki potensi pariwisata, perikanan dan kelautan serta potensi pertambangan.
"Apalagi Pulau Wawonii ini dikelilingi oleh pantai dan jalan lingkar yang panjangnya kurang lebih 115 kilo meter, itu berarti kurang lebih dua jam sudah bisa kita keliling Pulau Wawonii, bayangkan kalau kita melihat jalanan itu keindahannya Wawonii ini luar biasa, artinya itu bisa menjadi aset Negara," tandasnya. (r2/b/aji)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Senin, 24 Agustus 2026 | 12:04 WIB
Senin, 17 Agustus 2026 | 22:32 WIB
Jumat, 31 Juli 2026 | 18:26 WIB
Kamis, 30 Juli 2026 | 22:09 WIB
Senin, 20 Juli 2026 | 20:49 WIB
Selasa, 14 Juli 2026 | 15:47 WIB
Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:27 WIB
Rabu, 8 Juli 2026 | 14:12 WIB
Senin, 6 Juli 2026 | 12:17 WIB
Minggu, 5 Juli 2026 | 22:30 WIB
Selasa, 30 Juni 2026 | 18:35 WIB
Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:10 WIB
Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB
Selasa, 23 Juni 2026 | 19:16 WIB
Selasa, 23 Juni 2026 | 18:52 WIB
Selasa, 23 Juni 2026 | 18:44 WIB
Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:40 WIB
Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:04 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 18:39 WIB
Selasa, 9 Juni 2026 | 14:42 WIB