Jumat, 28 Agustus 2026

Dorong Peningkatan PAD, DPRD Konsel Studi di Konut dan Morowali

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Kamis, 26 Agustus 2021 | 06:06 WIB
DPRD Konsep saat melaksanakan Kajian AntarDaerah (KAD) DPRD Konsel di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Foto: IST.   ANDOOLO - Dalam rangka mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan Kajian Antar-Daerah (KAD) di dua kabupaten dalam dan luar provinsi Sultra. Dalam provinsi, Anggota DPRD melakukan kajian di DPRD Konut pada tanggal 23-24 Agustus 2021. Di sana para legislator Konsel diterima langsung oleh Ketua dan Anggota DPRD Konut. Materi yang dikaji DPRD Konsel yakni penerapan peraturan daerah tentang pajak retribusi bongkar muat di Konut, Dilanjutkan dengan tukar pendapat berkaitan dengan (kesejahteraan) anggota dewan. Setelah KAD di Konut, Anggota Dewan Konsel melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah. Setelah tiba, rombongan Dewan Konsel yang dipimpin oleh Ketua DPRD Konsel, Irham Kalenggo bersama unsur pimpinan dan anggota diterima oleh Ketua Bapemperda DPRD Morowali bersama anggota,  Kepala Dinas Nakertrans dan Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Morowali. Dihadapan penyelenggara pemerintahan Kabupaten Morowali itu, Ketua DPRD Konsel, Irham Kalenggo menjelaskan jika Konsel adalah urutan kedua dengan jumlah penduduk di Sultra terbanyak setelah Kota Kendari. Secara geografis pun terluas di bumi Anoa. Bicara Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) lanjut Irham, Konsel cukup memiliki itu. Walau begitu, Irham blak-blakan membeberkan jika PAD Konsel tidak signifikan dengan potensi tersebut, sehingga pihaknya memilih Kabupaten Morowali sebagai daerah kunjungan kajian berkaitan dengan penerapan pajak retribusi dibidang Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) dan retribusi lainnya yang dapat mendorong PAD. "Jujur saja kami masih kesulitan mencari pendapatan. Karena Konsel ini dekat dengan kota provinsi, banyak pegawai yang tinggal di Kendari sehingga perputaran uang banyakan di Kendari, ini salah satu soal kami, olehnya kami berharap bapak ibu bisa memberikan kami referensi terkait retribusi, atau kiat-kiat yang bisa menghasilkan pendapatan daerah," ujar Ketua DPD II Golkar ini. Menanggapi itu, Ketua Bapemperda Kabupaten Morowali, Saharudin mengatakan, terkait IMTA, pemerintah Morowali telah membuat Perda sejak 2014 dan diperbaharui pada tahun 2020. Dalam perjalanannya, nanti di tahun 2018 baru dimulai penerapannya. "Jadi kita baru tahu sudah sampai 80 - 10 ribu yang bekerja tenaga asing, sehingga kami membentuk pansus yang bertugas melakukan penagihan terhadap pajak penghasil tenaga kerja asing di 2018 sampai sekarang, tapi kami tidak hanya fokus di orang asing, tapi pada retribusi lain juga," bebernya. Dikuatkan Kepala Dinas Pendapatan Morowali, Harsono Lamusa, bahwa dalam melakukan upaya peningkatan PAD, Pemda dan DPRD harus bersinergi bagus. Banyak sektor yang dapat dijadikan sumber PAD. Di Morowali sendiri, lanjut dia, pemerintah telah memungut pajak penghasilan tenaga kerja asing senilai 14 juta per orang. Tahun pertama memungut pajak penghasilan TKA, pihaknya menarget Rp10 Miliar, tetapi tembus Rp26 Miliar, tahun berikutnya menarget Rp70 Miliiar, realisasi Rp76 Miliiar. "Sekarang ini PAD Morowali secara keseluruhan sektor sudah sampai 400 M pertahun. Morowali kebanjiran investor, sampai kami kebingungan mau cari dimana tempat, jadi semua soal tekhnis dan sinergi DPRD dan Pemda. DPRD melindungi melalui payung hukum lalu mengawasi, Pemda mengeksekusi itu," katanya. PAD khusus IMTA, lanjut dia, penggunaan dananya diperuntukan membina warga Morowali non skil menjadi berskil. Tidak punya usaha menjadi punya usaha. "Jadi uangnya kita kembalikan untuk masyarakat, memang kalau tahap pertama kerja TKA, pajaknya kementerian yang ambil, nanti kedua baru daerah. Saya sarankan kalau teman-teman DPRD Konsel tertarik dan serius, silahkan datang lagi kesini bawa dinas dinas terkait, supaya secra tekhnis bisa kita rumuskan pulang langsung diterapkan," tukasnya. Diakhir Kajian, Ketua DPRD Konsel, Irham Kalenggo mengucapkan terimaksih atas penyambutan dan referensi yang diberikan. Pihaknya mengaku akan melakukan kordinasi dengan Pemda Konsel berkaitan dengan hasil KAD di Morowali. (ram/aji) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Terpopuler

X