Jumat, 28 Agustus 2026

Jembatan Hanyut, Warga Gunakan Rakit Menyeberangi Sungai

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Jumat, 25 Juni 2021 | 09:12 WIB
Seorang petani di Desa Walay Kecamatan Abuki saat Menyebrangi sungai Lahambuti dengan menggunakan rakit. Foto: Ashry/Rakyat Sultra.   UNAAHA - Jembatan Gantung di Desa Walay, Kecamatan Abuki yang menghubungkan desa SPB Kecamatan Lalonggomuno Kabupaten Konawe hanyut diterjang banjir. Warga terpaksa menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai. Putusnya jembatan tersebut terjadi pada 2019 lalu saat banjir bandang hampir merendam semua wilayah di Kabupaten Konawe. Padahal, jembatan gantung itu hanya setahun digunakan sebelum bawah arus sungai. Setelah jembatan darurat putus, kini tak ada pilihan lain bagi warga yang ingin beraktivitas, mereka terpaksa menyebrangi sungai dengan rakit, kerena jalur ini merupakan satu satunya akses di wilayah tersebut. Kepala Desa Walay, Abidin menjelaskan, jembatan yang ia bangun awal tahun 2018 dengan menggunakan anggaran dana desa itu sangat bermanfaat bagi para petani. Bahkan, jembatan yang panjangnya kurang lebih 40 meter itu selain dilalui pejalan kaki, juga dapat dapat dilalui sepeda motor untuk mengangkut hasil pertanian mereka. "Waktu ada itu jembatan sangat bermanfaat sekali kepada petani. Namun karena musibah banjir tahun 2019 sehingga mengakibatkan hilangnya jembatan gantung," jelasnya. Jembatan gantung yang terbuat dari kayu dan digantung dengan menggunakan tali Sling itu dibuat oleh warga atas musyawarah desa sehingga dianggarkan melalui dana desa dengan total anggaran kurang lebih Rp 170 juta. "Jembatan gantung ini kami buat melalui musyawarah desa. Sehingga kami anggarkan di tahun 2018. Totalnya itu sebesar Rp 170 juta rupiah," ungkapnya. Akibat dari hilangnya jembatan tersebut, warga terpaksa melingkar melalui jalan menuju rutan Kelas llB Unaaha untuk mengeluarkan hasil pertanian mereka hingga sampai ke ibukota Unaaha. "Ada rencana tahun depan kami akan buat lagi. Kami berharap dapat terealisasi agar memudahkan para petani untuk mengeluarkan hasil pertanian mereka," pungkasnya. (cr2/b/aji)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Terpopuler

X