Jumat, 28 Agustus 2026

Ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional, VDNI Disebut Bisa Dongkrak Perekonomian Sultra

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Selasa, 8 Juni 2021 | 07:44 WIB
    GM PT VDNIP Mr Tony Zhou (baju batik) foto bersama rombongan Kementerian Perindustrian di Kantor PT VDNI, Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (7/6/2021). Foto Ashry Rakyat Sultra.   UNAAHA - Kawasan Industri Konawe ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Perpres Nomor 109 tahun 2020. Ditambah dengan PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) yang masuk dalam Objek Vital Nasional subbidang mineral dan batubara berdasarkan Kepmen No77K/90/MEM/2019. Dengan ditetapkannya Kawasan Industri tersebut masuk dalam PSN diyakini akan semakin mendongkrak perekonomian Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Direktur Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian, Ignatius Warsito saat bertandang langsung di perusahaan Industri yang terletak di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe itu menuturkan, bahwa keberadaan PT VDNI menjadi salah satu penggerak utama wilayah pusat-pusat pertumbuhan industri di Sultra. "Realisasi investasi di kawasan tersebut sebesar Rp47 triliun dan telah menyerap tenaga kerja dalam catatan kami sebanyak 16.515 orang. Ini menjadi sesuatu yang kita banggakan saat melihat percepatan realisasi investasi di Kawasan Industri Konawe," ujarnya, Kamis (3/6/2021). Jika merujuk ke data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), masih kata Warsito, selama 5 tahun terakhir kontribusi sektor industri di Sulawesi Tenggara mengalami peningkatan sebesar 0,93%. Secara khusus, Kabupaten Konawe sendiri terjadi peningkatan yang sangat signifikan sebesar 18,25%. Dengan catatan tersebut ia menilai bahwa kontribusi produksi nikel PT VDNI akan meningkat sebesar 4 persen dalam beberapa tahun ke depan. "Kalau melihat dari kontribusi tadi, saya pikir cukup signifikan juga, secara nasional sekitar 15%," katanya. Kawasan industri yang didesain sebagai kawasan berbasis smelter feronikel ini, menurutnya akan membuat industri pengolahan dan pemurnian berbasis nikel akan semakin menggeliat di Indonesia. Hal ini, menurutnya, sejalan dengan program peningkatan nilai tambah sumber daya alam di Indonesia. "Seiring dengan peningkatan investasi yang masuk ke Indonesia, terlebih lagi industri smelter ini lah yang berperan penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Sehingga diharapkan Virtue Dragon mampu menjadi pusat industri berbasis stainless steel berkelas dunia," paparnya. Selain itu, dalam kunjungannya kali ini, Warsito melihat ada beberapa tantangan berupa kebutuhan infrastruktur yaitu peningkatan akses jalan menuju kawasan industri dan percepatan perizinan SIPA atau untuk air baku yang sampai saat ini belum terbit. Karena itu pihaknya dari Kementerian perindustrian sudah mendata dan bersama Balai pengelolaan jalan nasional, selain itu PUPR telah melihat langsung kendala tersebut. “Kami segera akan melakukan koordinasi dengan Kementerian PUPR untuk diserahkan, baik jalan menuju kawasan maupun untuk penyediaan air baku tersebut,” pungkasnya. (cr2/b/aji)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X