Jumat, 28 Agustus 2026

Bupati Konut Paparkan 16 Upaya Penanganan Covid-19 ke KPK

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Senin, 11 Mei 2020 | 20:40 WIB
Bupati Konut, Dr. Ir. H. Ruksamin saat memaparkan 16 upaya penanganan Covid-19 melalui video conference. Foto: Humas Pemkab Konut. WANGGUDU - Bupati Konawe Utara (Konut), Dr. Ir. H. Ruksamin menyampaikan 16 upaya percepatan penanganan wabah covid-19, dalam rapat koordinasi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Video Conference, Senin (11/5). Sambungan Video conference tersebut diikuti Gubernur dan seluruh Bupati dan Wali Kota se Sultra. Bupati Konut, Ruksamin didampingi Sekretaris Daerah (Sekda), Dr. dr. H. Martaya, SH., MPH dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). "16 Upaya dan langkah yang dilakukan Pemda Konut Di dalam percepatan penanganan covid-19. Pertama, pelaksanaan apel darurat bencana non alam kejadian tertentu covid-19," ujar Ruksamin. Kedua, penyiapan personel lapangan dan personil medis khusus percepatan penanganan Covid-19. Ketiga, penyiapan personel lapangan dan personel medis khusus. Keempat, pembuatan IGD khusus pasien Covid-19 dan ruang isolasi infeksius di BLUD RSUD Konut. Kelima, penyemprotan Biosel Konasara ke seluruh rumah warga, kantor-kantor, sekolah, rumah ibadah serta tempat umum lainnya seperti lapangan dan jalan se kabupaten Konut. Keenam, pembagian bio imun ke seluruh warga. Ketujuh, menyediakan kotak sterilisasi serta tempat cuci tangan di fasilitas umum, kantor, serta rumah-rumah warga. Kedelapan, menyiapkan logistik-logistik serta alat diagnosis. Kesembilan, memperketat penjagaan khusus di pintu-pintu masuk dengan membuat gerbang sterilisasi lengkap dengan bilik penyemprotan untuk kendaraan dan pengguna jalan yang akan masuk ke Kabupaten Konut melalui jalur darat. Kesepuluh, pemenuhan kebutuhan dasar melalui pemberian bantuan sembako kepada masyarakat Konut. Kesebelas, memperbanyak imbauan bupati terkait jarak fisik dan sosial jarak di tempat keramaian serta larangan berkerumun. Keduabelas, melaksanakan skreening awal seperti pengecekan suhu serta edukasi awal di tempat-tempat keramaian yang menjadi sasaran penyebaran virus corona seperti di pasar tradisional. Ketigabelas, menjalankan operasi pasar murah untuk meringankan beban masyarakat, pengadaan kotak sterilisasi, tempat cuci tangan, alat pengukur suhu tubuh serta membagikan masker untuk setiap pengunjung dan pembeli di pasar. Pengembangan obat herbal yang berbahan dasar mangrove (bakau) untuk meningkatkan imunitas tubuh. Obat tersebut diberi nama Bio Sel Konasara. Ini dalam upaya meningkatkan konservasi Covid-19. "Membeli hasil panen jagung dari petani oleh Pemda Konut. Terakhir atau keenambelas, pembagian APD berupa pakaian Covid-19 kepada 57 unit UMKM, termasuk pelaku usaha barber shop dan salon," tutup Ruksamin. (p1/b/aji)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X