Jumat, 28 Agustus 2026

Projek Jalan UPT Padalere Diduga Siluman

Photo Author
Administrator, Rakyat Sultra
- Rabu, 11 Mei 2016 | 09:58 WIB
Wakil Ketua DPRD Konut, Made Tarubuana saat menunjukkan proyek peningkatan jalan di kecamatan Wiwirano.
Wakil Ketua DPRD Konut, Made Tarubuana saat menunjukkan proyek peningkatan jalan di kecamatan Wiwirano.

WANGGUDU - Proyek pengerjaan jalan di tiga desa di kecamatan Wiwirano kabupaten Konawe Utara diduga siluman. Pengerjaan yang melewati desa Wacucinodo, Lamparinga hingga UPT Padalere Utama tak memiliki papan proyek.

Hal inilah yang ditemukan Wakil Ketua DPRD Konawe Utara, I Made Tarubuana bersama dengan anggota DPRD lainnya saat melakukan pemantauan atau monitoring pembangunan proyek jembatan gantung di UPT Todoloiyo.

"Ini jadi pertanyaan besar. Kok proyek sebesar ini tidak memiliki papan proyek. Seharusnya itu dipampang oleh kontraktornya. Kalau begini, proyek ini terkesan proyek siluman," ucap, Wakil Ketua DPRD Konut, I Made Tarubuana.

Wakil Ketua DPC PDI-Perjuangan Konawe Utara ini semakin tersulut emosinya disaat dirinya bersama dengan anggota lainnya menanyakan anggaran pengerjaan jalan itu. Salah satu direksi pelaksana proyek itu menjawab jika itu yang ditanyakan, sama halnya dengan menanyakan isi dapur mereka.

Pengerjaan jalan ini disoroti DPRD setempat dikarenakan proyek tersebut dikerjakan tak semestinya. Proyek yang berbunyi peningkatan jalan ini memperparah akses warga ditiga desa itu. Jalan yang dulunya mudah dilalui warga memakai kendaraan roda dua dan roda tiga, kini tidak bisa dilalui jika musim hujan.

Jangankan musim hujan, musim panaspun warga harus bersusah payah. Mobil yang bisa melalui jalan ini harus mobil yang badannya tinggi seperti truk. Jika mobil pendek seperti Avanza yang masuk, bersiap saja untuk tergantung dibadan jalan. Jalan itupun kini terbengkalai dan tidak ada aktivitas pengerjaan.

"Coba saja lihat Kepala sawit yang berada ditengah jalan dibiarkan saja tanpa dicabut. Sedang materialnya tidak layak karena rata-rata batu besar dan bulat," ucap Anggota Komisi B, Nuriadin.

Menurut salah satu Helper kontraktor yang diketahui bernama Satria Gemilang, Rahim, mengatakan, jika jalan tersebut sudah seminggu tidak dikerjakan. Berhentinya pengerjaan dikarenakan kondisi cuaca yang hujan. Ditambah peralatan berat seperti eksa rusak.

"Sudah sekitar seminggu pak kita tidak kerja karena kemarin hujan. Sedang kelapa sawit yang masih ditengah jalan itu kita tidak cabut karena dilarang perusahaan sawit," ucap Rahim singkat.

Dari informasi yang dihimpun, proyek peningkatan jalan yang melalui tiga desa itu sepanjang 8 kilometer. Anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 2,7 Miliar. Proyek ini dikerjakan bersama Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Konut dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Konut. (rs)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Terpopuler

X