* Disusun 10 Tahun, Berat 100 Kilogram
Unaaha - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe kembali menyabet prestasi membanggakan pada bidang budaya dengan mencetak buku sejarah “Tolaki” terbesar pertama di Indonesia. Atas upaya pelestarian budaya luar biasa itu Pemkab Konawe sukses mencatatkan diri dalam buku Museum Rekor Terhebat Indonesia (MURTHI).
Piagam MURTHI diserahkan Sekjen Ikatan Cendikiawan Kraton Indonesia (ICKN) oleh Pangeran Nata Adiguna masud Thoyib Jayakarta Adiningrat ditengah rangkaian pergelaran seni menyambut HUT Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di gedung Sasana Kriya, Jakarta 17 April lalu. Sederat pejabat Pemerintah Kabupaten Konawe dan budayawan yang berkontribusi mewujudkan lahirnya buku budaya raksasa itu didaulat menerima penghargaan tersebut. Diantaranya adalah Bupati Konawe, Kery S Konggoasa, Wakil Bupati Konawe, Parinringi SE MSi, Plt Sekda Konawe, H Ridwan MSi, Kepala Dispora Konawe, H Ujung Lasandara, dan Budayawan/akademisi asal Sultra, Basrin Melamba.
“Kita sangat berterimakasih apa yang kami lakukan untuk melestarikan budaya dan sejarah suku Tolaki ini mendapat apresiasi. Semoga bisa bermanfaat dan dapat membangkitkan semangat keingintahuan generasi muda terhadap budaya lokal,” kata Ridwan.
Menurut informasi Exc Presidium ICKN Sultra, DR Ruliah SH MH, Kabupaten Konawe masuk dalam daftar 6 Kabupaten pertama di Indonesia yang mengukir prestasi MURTHI. “Penghargaan MURTHI ini memang fokus pada pelestarian sejarah dan budaya. Kita memberi apresiasi pada daerah yang telah berinovasi dan menggagas hal luar biasa bidang budaya dan sejarah,” ungkapnya.
Sejalan dengan itu, Kepala Dispora Konawe, Ujung Lasandara mengurai sejarah panjang penyusunan buku berukuran jumbo tersebut. Kata dia, Pemkab Konawe membutuhkan waktu hingga 10 tahun guna merampungkan seluruh naskah Buku Sejarah Tolaki. Bahkan, pihaknya mesti berburu data outentik Kerajaan Konawe hingga ke Negeri Belanda.
“Ada 10 tahun lebih. Baru kelar sekarang. Makanya kita ingin buku ini dilanching dengan cara yang spesial dan berbeda,” singkatnya. Untuk diketahui bukan hanya ukurannya yang jumbo, Buku Sejarah Tolaki ini mencapai berat fantastis yakni 100,5 Kilogram. Untuk mengangkatnya saja menuju panggung penghargaan di TMII, pihak Pemkab Konawe mesti mengerahkan beberapa orang.
Lauching kitab sejarah berbarengan penerimaan penghargaan MURTHI dilakukan lewat prosesi Adat SukuTolaki. Usai dilauching, buku ini dipamerkan di stand Pameran Kabupaten Konawe di Taman Mini Indonesia Indah mulai 17 April hingga 20 April 2016.
Kata Ujung, pihaknya berencana memboyong Buku Sejarah raksasa ini pada Pameran HALO Sultra di Kolaka. Buku ini akan dipamerkan pada penyelenggaraan Hari Ulang Tahun Provinsi Sultra. (rs)