Jumat, 28 Agustus 2026

Ruksamin Perjuangkan Penuntasan Pembangunan Huntap

Photo Author
Hadin, Rakyat Sultra
- Jumat, 19 Januari 2024 | 12:25 WIB
Bupati Konut Ruksamin (kanan), saat mengikuti rakor bersama Kemenko PMK di Jakarta.
Bupati Konut Ruksamin (kanan), saat mengikuti rakor bersama Kemenko PMK di Jakarta.

WANGGUDU, rakyatsultra.id - Bupati Konawe Utara (Konut), H Ruksamin, terus menunjukkan kepeduliannya terhadap warganya yang menjadi korban bencana banjir pada Tahun 2019 lalu.

Dalam upaya menuntaskan pembangunan Hunian Tetap (Huntap), Ruksamin hadir secara langsung Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat eselon 1 di ruang rapat Lt 12 Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), di Jakarta, Senin (17/01).

Kehadiran Ruksamin adalah untuk membahas perpanjangan waktu penggunaan dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Kabupaten Konawe Utara. Rapat ini merupakan kelanjutan dari surat resmi Bupati Konut Nomor: 300.2/5284/tanggal 20 Desember 2023.

Rakor ini dipimpin langsung oleh Plt Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan wilayah dan penanggulangan bencana, Sorni Paska Daeli.

Keberlangsungan pertemuan ini juga didukung oleh kehadiran Deputi Bidang Rehabilitasi dan Konstruksi BNPB, Dirjen Anggaran Kemenkeu, serta Deputi Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah, Bidang Politik, Hukum, Keamanan Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.

Dalam rapat itu, Bupati Konut H Ruksamin memaparkan laporan terkait hibah rehabilitasi dan rekonstruksi Tahun 2023 di wilayahnya. Pada tahun tersebut, Pemkab Konut berhasil menggondol dana hibah sebesar 53 Miliar rupiah untuk pembangunan infrastruktur dan perumahan.

Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan Huntap sebanyak 628 unit senilai Rp31 M, rekonstruksi jalan sebesar Rp1,6 M dan pembangunan 10 unit jembatan senilai Rp20,1 M.

Meskipun pembangunan jalan dan jembatan mencapai 100 persen realisasi, pembangunan huntap baru mencapai 58 persen dari target 628 unit, dengan 363 unit telah berhasil dibangun dan 265 unit masih dalam proses.

Namun, seperti setiap proyek besar, Bupati tidak menutup-nutupi kendala yang dihadapi. Keterlambatan tender, keterbatasan akses mobilisasi bahan logistik, dan faktor cuaca menjadi hambatan utama yang membuat proses pembangunan huntap tidak rampung pada akhir 2023.

Oleh karena itu, ia dengan rendah hati kembali memohon perpanjangan waktu penggunaan dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayahnya.

Dalam penutupan penyampaian, Bupati Ruksamin bahkan menjaminkan dirinya secara langsung untuk terlibat dalam proses pembangunan huntap.

“Jika masih diberikan kesempatan, saya tidak butuh 12 bulan, saya hanya butuh 6 bulan. Saya akan pimpin langsung pembangunan ini,” tegas Ruksamin.

Di ujung rapat, Plt Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah dan Penanggulangan Bencana, Sorni Paska Daeli, memberikan penegasan bahwa hasil tindak lanjut perpanjangan penggunaan anggaran masih menunggu hasil koordinasi dari Kementerian dan lembaga terkait. RS

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hadin

Tags

Terkini

X