Jumat, 28 Agustus 2026

Tolak Penambangan Pasir, Penambang Nyaris Diamuk Warga

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Kamis, 24 Februari 2022 | 18:06 WIB
Jalan poros di Kelurahan Masiri, Busel, amblas akibat penambangan pasir.  BATAUGA- Aktivitas penambangan pasir dan batuan di Kelurahan Masiri Kabupaten Buton Selatan mengundang kemarahan warga. Itu karena, pengerokkan perut bumi Busel itu menimbulkan kerugian yang cukup besar akibat dampak yang akan ditimbulkan. Terbukti, aktivitas yang baru dilakukan belum lama ini telah menimbulkan longsor hingga badan jalan raya pusat perkantoran Kabupaten Busel ambruk. Tak hanya itu, air sungai yang tadinya jernih yang dimanfaatkan warga setempat kini menjadi keruh dan tak dapat dikonsumsi. Atas dampak yang ditimbulkan, puluhan warga Kelurahan Masiri langsung bergerak menuju lokasi pertambangan. Emosi warga meluap setelah melihat alat berat yang digunakan untuk mengais pasir dan bebatuan masih melangsungkan aktivitas penambangan. Alhasil warga yang tidak mampu mengendalikan emosinya langsung menghadang pemilik izin penambangan yang diterbitkan oleh pihak Pemprov Sultra. Dan adu mulut yang nyaris berujung adu jotos pun tak terelakkan. Salah seorang warga penolak penambangan pasir dan batuan, Adulan menuturkan aktivitas pertambangan pasir dan batuan di Kelurahan Masiri sangat mengancam keselamatan dan kelangsungan hidup masyarakat Masiri dan Busel pada umumnya. Pasalnya, dampak dan daya rusak yang ditimbulkan atas aktivitas tersebut dinilai sangatlah besar dibanding peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Jangan kalian hancurkan alam kami. Keluar dari sungai kami yang sudah dimanfaatkan dengan baik untuk kelangsungan hidup kami," teriaknya Kata dia, bila potensi alam telah dirusak atas pengerokkan pasir dan batuan itu maka sulit bagi siapapun pemangku kepentingan untuk dapat memperbaikidan memulihkannya. Kalaupun dapat dipilihkan maka akan menggerogoti keuangan daerah kita. "Nilai apa yang dihasilkan dari penambangan ini. Yang ada justru merugikan masyarakat saja. Tidak ada dampak positifnya bagi kita bahkan daerah kita," tambahnya. Sementara itu, Bupati Buton Selatan, Laode Arusani yang meninjau lokasi tambang bersama anggota DPRD Kabupaten Busel menjelaskan pihaknya telah mendengar apa yang menjadi keresahan masyarakat Masiri Kabupaten Buton Selatan. Namun demikian, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Pemprov Sultra yang telah terlebih dahulu mengeluarkan izin pengelolaan itu. "Dalam waktu dekat kita akan menyampaikan kepada Pemprov Sultra atas aktivitas penambangan pasir dan batuan di Masiri itu. Jadi kepada masyarakat agar tetap menahan diri dulu jangan buat hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri. Yang pasti kita akan perjuangkan apa yang menjadi keluh kesah kalian semua," singkat bupati Buton Selatan, Laode Arusani saat mendengar aspirasi masyarakat Masiri. (m2/b/aji) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Pemkab Buton Tengah Kembali Raih Opini WTP

Selasa, 26 Mei 2026 | 22:57 WIB
X