Firman Hamza.
BATAUGA- Tes Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Kabupaten Buton Selatan (Busel) yang berlangsung sejak Sabtu 2 Oktober 2021 dipastikan dalam kondisi normal. Itu karena aringan internet yang menjadi kekhawatiran sejak awal dan dikeluhkan oleh sejumlah daerah nampaknya tidak terjadi di negeri beradat itu.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Busel, Firman Hamza menuturkan, meski pemberitahuan gelaran SKD sesuai arahan BKN digelar tertanggal 2 September, namun dengan sejumlah pertimbangan Pemkab Busel mengusulkan perubahan jadwal tersebut dan dipastikan berlangsung pada 2-9 Oktober 2021.
Hal itu dilakukan terlebih segala persiapan harus disiapkan dengan matang agar SKD CASN di Kabupaten Busel dapat berjalan dengan maksimal.
"Saat ini sudah masuk hari ketiga pelaksanaan CASN di Busel. Alhamdulillah hingga saat ini belum ada keluhan sejumlah kendala baik itu masalah jaringan Internet bahkan pasokan listrik pun masih terbilang cukup baik sehingga pelaksanaan CASN berjalan normal," tuturnya, Senin (4/10/2021).
Kata dia, dalam seleksi tersebut pihaknya bekerjasama dengan PT Telkomsel dengan menyediakan pasokan internet dengan kapasitas 250 Mbps. Sementara dari pihak PLN, pihaknya diberikan jaminan pasokan listrik dan menyediakan mesin pembangkit sebagai pasokan cadangan bila aliran listrik tidak stabil.
"Kita sudah berupaya melaksanakan test CASN ini dengan maksimal agar terhindar dari kendala-kendala yang dapat merugikan peserta calon abdi negara di Busel. Mudah-mudahan kondisi seperti ini berjalan hingga hari terakhir pelaksanaan test CASN kita," tambahnya.
Dia menambahkan, dalam pelaksanaan CASN, pihaknya membagi gelombang test menjadi 4 sesi ujian. Dimana, setiap sesi ujian menampung sedikitnya 100 peserta test dengan diberi waktu paling lama 100 menit.
"Kalau hari Jumat kami hanya melakukan 2 sesi ujian CASN saja. Sementara dihari terakhir pelaksanaan test nanti kita isi dengan ujian test bagi para P3K kita yang jumlah pesertanya ada sebanyak 5 orang," jelasnya.
Dijelaskan, dari 350 kursi yang diperebutkan formasi Pemula Polisi Pamong Praja mendominasi dengan jumlah 1.344 pelamar. Disusul oleh formasi terampil Bidan dengan 252 pelamar serta formasi terampil perawat sebanyak 238 peserta.
"Kalau ahli pertama penyuluh kesehatan masyarakat dengan total pelamar sebanyak 222 orang. Sedangkan ahli pertama perawat itu ada sebanyak 121 pelamar," jelasnya.
Dijelaskan, pada formasi terampil asisten apoteker dan terapis fisioterapis masing-masing memiliki jumlah pelamar sebanyak 30 orang dan 10 orang. Sedangkan terampil pranata laboratorium kesehatan ada sebanyak 93 peserta dan ahli pertama epidemiologi kesehatan terdapat 71 pelamar.
"Kalau tenaga dokter umum dan dokter gigi ada sebanyak 40 peserta dan 2 peserta. Sedangkan formasi ahli pertama nutrisionis ada 27 pelamar, terampil nutrisionis 17 peserta dan ahli pertama sanitarian ada sebanyak 18 orang dan terampil sanitarian sebanyak 14 pelamar," tegasnya.
Dalam formasi terampil perekam medis pihaknya mencatat sedikitnya 7 pelamar serta terampil terapis gigi dan mulut tercatat 6 peminat. Selain itu pula, pihaknya juga mencatat sedikitnya 5 pelamar yang melamar pada formasi perawat (PPPK non guru). (m2/b/aji)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:01 WIB
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:57 WIB
Kamis, 6 Agustus 2026 | 08:16 WIB
Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:11 WIB
Rabu, 15 Juli 2026 | 20:26 WIB
Selasa, 14 Juli 2026 | 22:11 WIB
Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:29 WIB
Jumat, 3 Juli 2026 | 19:26 WIB
Jumat, 26 Juni 2026 | 10:51 WIB
Senin, 22 Juni 2026 | 08:55 WIB
Selasa, 16 Juni 2026 | 21:57 WIB
Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:57 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 19:52 WIB
Selasa, 26 Mei 2026 | 22:57 WIB
Jumat, 22 Mei 2026 | 21:03 WIB
Kamis, 21 Mei 2026 | 22:34 WIB
Rabu, 20 Mei 2026 | 22:54 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 22:21 WIB
Sabtu, 16 Mei 2026 | 21:10 WIB