La Maliki.
BATAUGA- Meski Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pemberian vaksin pada peserta didik yang hendak mengikuti proses belajar mengajar secara tatap muka di tengah pandemi Covid-19, namun Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Pemkab Busel) belum melakukannya.
Bahkan, proses belajar mengajar yang sudah berlangsung hingga sebulan lamanya, namun tak satupun siswa telah diberi vaksin sebagai penangkal penyebaran virus corona di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Selatan, La Maliki menuturkan, saat ini pihaknya telah menerapkan proses belajar mengajar secara tatap muka untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan bahkan Taman Kanak-kanak (TK). Hal ini mengingat penyebaran virus corona di Kabupaten Busel terbilang cukup minim bahkan nyaris tidak ada.
"Proses belajar mengajar dengan tatap muka kami sudah lakukan dari tahun lalu. Apalagi, di Busel ini tidak semua wilayah dapat dijangkau dengan internet jadi proses belajar mengajar melalui daring itu dinilai tidak efektif dan efisien," tuturnya
Kata dia, meski terdapat edaran yang mewajibkan peserta proses belajar mengajar harus terlebih dahulu divaksin namun demikian pihaknya mengembalikan kepada orang tua siswa. Pasalnya, persetujuan orang tua siswa sangat dibutuhkan apabila anak tersebut diberikan suntikan anti body.
"Kalau masalah jadwal vaksinasi peserta didik itu kami sepenuhnya menyerahkan di instansi teknis yaitu Dinas Kesehatan Kabupaten Busel. Karena dengan jumlah siswa yang mencapai 5.150 pejalar tingkat SMP yang harus divaksin itu harus disesuaikan dengan kesiapan vaksin dan tenaga medisnya," tambahnya
Dia menambahkan, meski para peserta didik belum tervaksin, namun demikian berbanding terbalik dengan tenaga pengajar yang ada. Betapa tidak, hingga saat ini pihaknya telah mencatat persentase capaian vaksin bagi tenaga pengajar di Busel mencapai 90 persen.
"90 persen dari 852 tenaga guru PNS dan 977 tenaga non PNS itu karena masih ada tenaga pengajar kita yang tidak lolos screening saat divaksin. Tapi kita sudah minta agar para tenaga pengajar itu harus vaksin agar dapat memutus mata rantai epnyebaran virus Corona disekolah," jelasnya
Dijelaskan, dalam menjalankan proses pembelajaran disekolah, pihaknya telah mengeluarkan himbauan agar dapat menetapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. Dimana, para pelajar sebelum memasuki ruangan pembelajaran terlebih dahulu mencuci tangan dan wajib memakai masker bahkan menjaga jarak.
"Penerapan prokes harus ketat tidak boleh kendor. Jangan kita lengah dengan kondisi Busel yang kasus terpapar Covid-19 terbilang landai bahkan hampir tidak ada. Yang pasti kita harus bekerjasama agar dapat memutus mata rantai penyebaran virus Corona di Bumi Beradat ini," tutupnya (m2/b/aji)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:01 WIB
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:57 WIB
Kamis, 6 Agustus 2026 | 08:16 WIB
Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:11 WIB
Rabu, 15 Juli 2026 | 20:26 WIB
Selasa, 14 Juli 2026 | 22:11 WIB
Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:29 WIB
Jumat, 3 Juli 2026 | 19:26 WIB
Jumat, 26 Juni 2026 | 10:51 WIB
Senin, 22 Juni 2026 | 08:55 WIB
Selasa, 16 Juni 2026 | 21:57 WIB
Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:57 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 19:52 WIB
Selasa, 26 Mei 2026 | 22:57 WIB
Jumat, 22 Mei 2026 | 21:03 WIB
Kamis, 21 Mei 2026 | 22:34 WIB
Rabu, 20 Mei 2026 | 22:54 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 22:21 WIB
Sabtu, 16 Mei 2026 | 21:10 WIB