Jumat, 28 Agustus 2026

SKD CASN Busel Dijadwalkan Awal Oktober

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Jumat, 27 Agustus 2021 | 08:05 WIB
Firman Hamza.    BATAUGA- Penantian panjang para calon Aparatur Sipil Negara (CASN) lingkup Pemerintahan Kabupaten Buton untuk mengikuti tahapan Seleksi Kopetensi Dasar (SKD) akhirnya terjawab. Pemkab Busel memastikan gelaran SKD akan dihelat pada awal Oktober 2021 mendatang. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Busel, Firman Hamza menuturkan meski pemberitahuan gelaran SKD sesuai arahan BKN akan digelar tertanggal 2 September mendatang namun dengan sejumlah pertimbangan, Pemkab Busel mengusulkan perubahan jadwal tersebut. Itu semua dilakukan agar segala persiapan harus disiapkan dengan matang agar SKD CASN di Bumi Beradat dapat berjalan dengan maksimal. "Sesuai usulan Pemkab Busel kepada Kepala Kantor Regional IV BKN Makassar tertanggal 25 Agustus 2021, kita mengusulkan jadwal SKD itu digelar awal Oktober 2021. Nanti kita belum tau apakah itu disetujui atau seperti apa nanti BKN Makassar yang menilai," tuturnya Kata dia, dalam gelaran SKD CASN nantinya pihaknya memastikan akan berpedoman pada protokol kesehatan Covid-19. Ini semua merujuk kebijakan Kemendagri melalui surat edarannya atas kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Tentu saja itu menjadi pertimbangan pihaknya. "Dengan melihat kondisi kapasitas ruangan maka kami mengusulkan penggunaan 80 PC leptop saja untuk digunakan dalam tes SKD nanti. Selain itu pula, pembagian sesia setiap harinya itu ada 4 sesi tes SKD sedangkan hari Jumat dilakukan hanya 2 sesi saja," tambahnya Dia menambahkan, saat ini pihaknya telah berhasil menetapkan para peserta tes CASN hasil pemberkasan. Dimana, dari 3109 pelamar terdapat 2690 yang telah submit. "Dari 2.690 yang telah submit itu yang lolos seleksi berkas atau yang memenuhi syarat (MS) ada sebanyak 2.654 peserta. Sementara yang tidak memenuhi syarat (TMS) itu ada 41 peserta," jelasnya Dikatakan, dari 350 kursi yang diperebutkan formasi Pemula Polisi Pamong Praja mendominasi dengan jumlah 1.344 pelamar. Disusul oleh formasi terampil Bidan dengan 252 pelamar serta formasi terampil perawat sebanyak 238 peserta. "Kalau ahli pertama penyuluh kesehatan masyarakat dengan total pelamar sebanyak 222 orang. Sedangkan ahli pertama perawat itu ada sebanyak 121 pelamar," jelasnya Dijelaskan, pada formasi terampil asisten apoteker dan terapis fisioterapis masing-masing memiliki jumlah pelamar sebanyak 30 orang dan 10 orang. Sedangkan terampil pranata laboratorium kesehatan ada sebanyak 93 peserta dan ahli pertama epidemiologi kesehatan terdapat 71 pelamar. "Kalau tenaga dokter umum dan dokter gigi ada sebanyak 40 peserta dan 2 peserta. Sedangkan formasi ahli pertama nutrisionis ada 27 pelamar, terampil nutrisionis 17 peserta dan ahli pertama sanitarian ada sebanyak 18 orang dan terampil sanitarian sebanyak 14 pelamar," tegasnya. Dalam formasi terampil perekam medis pihaknya mencatat sedikitnya 7 pelamar serta terampil terapis gigi dan mulut tercatat 6 peminat. Selain itu pula, pihaknya juga mencatat sedikitnya 5 pelamar yang melamar pada formasi perawat (PPPK non guru). (m2/b/aji)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Pemkab Buton Tengah Kembali Raih Opini WTP

Selasa, 26 Mei 2026 | 22:57 WIB
X