Jumat, 28 Agustus 2026

Kawasan Laut Liya Raya Dilirik Lembaga Internasional

Photo Author
Administrator, Rakyat Sultra
- Jumat, 19 Januari 2018 | 09:17 WIB

WAKATOBI - Atas keberhasilan pengelolaan kawasan pesisir dan laut oleh kelompok nelayan posa'asa, Liya Raya kini dipilih lembaga konservasi internasional RARE sebagai salah satu daerah percontohan di Wakatobi.

RARE merupakan organisasi LSM yang berbasis di Amerika ini bertujuan membantu penyelamatan sumber daya alam (SDA) kawasan, khususnya laut dan biota di dalamnya.

Wakil Presiden RARE Indonesia, Taufik Alimi mengungkapkan, program yang dibawa RARE bertujuan membentuk perilaku konservatif kepada masyarakat setempat.

"Kami memiliki program khusus bernama fish forever atau ikan sepanjang zaman, yang punya ciri khas yaitu membentuk masyarakat untuk menaati daerah-daerah yang tidak boleh dilalukan penangkapan, sebagai tempat berkembang biaknya ikan," tuturnya, Selasa kemarin.

Kawasan perkembangbiakan ikan yang tidak boleh dilakukan penangkapan di wilayah Liya Raya terletak di pulau Sumanga dan kawasan sekitarnya.

"Karena itulah dibuat kawasan PAP yang dikhususkan untuk warga melakukan penangkapan," tambahnya.

Keberhasilan itulah yang akan dijadikan percontohan sejumlah negara yang tergabung dalam RARE.

"Keberhasilan ini akan ditinjau kawan-kawan kita dari berbagai negara diantaranya, Kolumbia, Brazil, Mexiko, Amerika, Inggris, Mozambik, Filipina dan Indonesia," pungkas dia.

Adapun dampak positif dari kegiatan ini salah satunya membuat hasil tangkapan nelayan meningkat bahkan 10 kali lipat dari sebelumnya.

"Sebab biomasa ikan dilaut meningkat cukup besar. Dengan karang yang tidak diganggu, beranak pinang ikan akan lebih cepat pula," tutupnya.(p14/b/hum)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Pemkab Buton Tengah Kembali Raih Opini WTP

Selasa, 26 Mei 2026 | 22:57 WIB
X