Jumat, 28 Agustus 2026

Bu Ijah, Guru Honorer yang Mengabdi 40 Tahun Memilih Berhenti, Bagikan Kisah Gaji Terakhir Rp414 Ribu

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Jumat, 26 Juni 2026 | 18:29 WIB
Bu Ijah, Guru Honorer yang memilih berhenti setelah mengabdi 40 tahun lamanya.
Bu Ijah, Guru Honorer yang memilih berhenti setelah mengabdi 40 tahun lamanya.

Kalimantan Tengah - Sebuah video seorang guru honorer bernama Bu Ijah viral di media sosial. Lewat akun Tiktok @Buijah28, ia membagikan kisah perjalanan pengabdiannya selama 40 tahun sebagai pendidik non-ASN. 

Dalam video tersebut, ia memperlihatkan amplop berisi gaji terakhir yang diterimanya sebelum memutuskan berhenti mengajar.

Dengan suara tenang, Bu Ijah membuka amplop gaji yang diterimanya pada Juni 2026. Ia kemudian menunjukkan nominal yang menurutnya menjadi gambaran perjalanan panjang sebagai guru honorer.

“Saya Bu Ijah, pada Juni 2026 ini memutuskan berhenti menjadi guru setelah 40 tahun mengabdi. Dengan membawa gaji terakhir Rp414.000,” ucapnya dikutip dalam video itu, Jumat (26/6/2026). 

Dalam rekaman tersebut, ia menghitung uang di dalam amplop satu per satu. Ia juga menegaskan bahwa unggahan itu bukan bertujuan untuk memamerkan, melainkan menyampaikan kondisi yang dialaminya selama puluhan tahun menjadi guru honorer.

“Bukan pamer ya, hanya sekadar mengungkap fakta,” ujarnya.

 

Video tersebut kemudian mendapat perhatian luas dari warganet. Banyak yang menyoroti perjuangan guru honorer yang tetap bertahan meski menghadapi keterbatasan penghasilan.

Dalam video lain, Bu Ijah kembali menjelaskan alasannya tetap bertahan selama empat dekade sebagai guru non-ASN.

Ia menanggapi pertanyaan warganet yang mempertanyakan mengapa dirinya tidak mencari perubahan sebelum usia 35 tahun.

“40 tahun menjadi guru honorer atau guru non-ASN, banyak yang bertanya, kenapa? Kemana saja sebelum umur 35?” katanya.

“40 tahun menjadi guru honorer atau guru non ASN, banyak yang bertanya, kenapa? Kemana saja sebelum umur 35?” katanya.

Ia menjawab bahwa dirinya selama menjalani profesi tersebut, dirinya berpegang pada prinsip kuat untuk tetap bertahan dalam kondisi sulit.

“Jawabannya, selain saya punya dua senjata, pertama tahan banting, kedua tahan lapar,” ungkapnya.

“Ada dua kemungkinan lain. Apakah memang saya guru bodoh, tidak berkualitas, atau pemerintah yang konsisten tidak peduli pada guru honorer , tidak peduli pada guru non ASN,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Sumber: Kalteng Pos

Tags

Terkini

Perusahaan Game EA akan PHK 650 Karyawan

Kamis, 29 Februari 2024 | 12:29 WIB

Film Horor Paranormal Activity akan Dibuat Versi Game

Kamis, 29 Februari 2024 | 10:43 WIB

Terpopuler

X