Konawe, Rakyatsultra.id - Keterbatasan fisik bukan menjadi hambatan untuk tetap mengembangkan bakat di dunia olahraga, kisah ini menjadi inspiratif dan menunjukkan bahwa semangat dan tekad dapat mengalahkan segala rintangan.
Yah, Levi Hamzah siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Padangguni merupakan siswa terhambat fisik terpilih mengikuti Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Peparpenas) di bidang bulutangkis tahun 2025 di Jakarta.
Keikutsertaannya mengikuti Peparpenas menjadi menjadi inspirasi bagi siswa di Seluruh Indonesia, Sulawesi Tenggara khususnya untuk tetap semangat, aktif, dan tidak patah harapan di tengah keterbatasan.
Levi diketahui merupakan siswa teladan di sekolahnya, meski tubuhnya yang tidak sempurna, namun banyak menyimpan bakat, selain aktif di bidang olahraga bulutangkis, dan sepak takrow, ia juga merupakan salah satu siswa cerdas dikelasnya.
Levi Hamzah saat ini tinggal bersama kakek dan neneknya di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Padangguni, Kabupaten Konawe. Keseharian kedua orang tuanya itu hanya bertani.
Kepala Sekolah SMAN 1 Padangguni Junaiddin mengatakan, keikutsertaan siswanya mewakili Sulawesi Tenggara (Sultra) di ajang Peparpenas menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa olahraga adalah hak bagi semua warga negara, termasuk bagi mereka yang keterbatasan fisik.
"Ini merupakan kebanggaan bagi kami memberikan kesempatan kepada Levi Hamzah meski mempunyai keterbatasan fisik namun bisa mewakili Sultra di bidang olahraga bulutangkis,"ujarnya, Jumat (31/10/2025).
Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka sendiri telah melepas kontingen daerah yang akan berlaga di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) dan Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Peparpenas) bertempat di Kantor Gubernur Sultra.
Andi Sumangerukka menyampaikan Popnas dan Peparpenas merupakan ajang nasional bertujuan menjaring pelajar berbakat di seluruh Indonesia, selain itu dia menyerukan pentingnya sportivitas serta menjaga nama baik daerah selama berlaga.
"Dalam pertandingan pasti ada yang menang dan ada yang kalah, yang utama adalah menjaga nama baik daerah,” ucapnya saat sambutan.
Diketahui Popnas di Jakarta, Provinsi Sultra sendiri menurunkan atlet dari 11 cabang olahraga, yakni atletik (3 atlet, 2 pelatih), dayung (8 atlet, 3 pelatih), karate (9 atlet, 2 pelatih), menembak (4 atlet, 1 pelatih), dan pencak silat (3 atlet, 1 pelatih).
Panahan 7 atlet, 2 pelatih, renang 1 atlet, 1 pelatih, sepak takraw 5 atlet, 1 pelatih, taekwondo 10 atlet, 3 pelatih, tinju 5 atlet, 1 pelatih, dan tenis meja 2 atlet, 2 pelatih.
Sementara itu, dalam Peparpenas, Sultra mengirimkan atlet di dua cabang, yakni paraatletik (2 atlet, 1 pelatih) dan parabulu tangkis (1 atlet, 1 pelatih).
Secara keseluruhan, kontingen Sultra berjumlah 81 orang, terdiri dari 60 atlet dan 21 pelatih. Berlangsung pada 1 hingga 10 November 2025.