probiz

Belanja Pemda Topang Ekonomi Sultra Triwulan I

Rabu, 19 Mei 2021 | 08:40 WIB
  Bimo Epyanto.   KENDARI - Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebut, kondisi perekonomian Sultra kembali membaik. Pasalnya ekonomi Sultra dapat tumbuh sebesar 0,06% pada triwulan I 2021 usai menurun akibat dampak pandemi covid-19. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sultra, Bimo Epyanto mengatakan ekonomi Sultra ditopang oleh perbaikan akselerasi belanja pemerintah serta perbaikan konsumsi rumah tangga dan investasi. Ada 17 sektor sektor usaha di Sultra, di mana ada 5 sektor utama yang berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi di Sultra yaitu pertanian, pertambangan, industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan. “Memang angkanya masih sangat kecil, namun paling tidak sudah menunjukan perkembangan,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Selasa (18/5/2021). Dijelaskan, kinerja ekspor luar negeri Sultra pada triwulan I tahun 2021 tercatat dapat tumbuh tinggi sebesar 87,48% dengan nilai ekspor ekspor sebesar 781,1 juta US Dollar dan net ekspor sebesar 413,6 juta US Dollar. "Jadi, pertumbuhan ekspor luar negeri tersebut selaras dengan kenaikan permintaan komoditas olahan nikel," ujarnya. Lanjutnya, untuk kondisi impor luar negeri Sultra pada triwulan I 2021 tumbuh sebesar 12,11%, lebih tinggi dibanding periode sebelumnya. Peningkatan impor tersebut selaras dengan upaya peningkatan kinerja industri pengolahan nikel. Dia menambahkan, faktor utama dalam pertumbuhan ekonomi di Sultra tidak lepas dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu kebijakan pemerintah dalam melonggarkan aktivitas masyarakat serta optimisme masyarakat, sedangkan faktor eksternal yaitu permintaan komoditas ekspor di bidang Pertambangan. Kemudian, perbaikan kinerja Lapangan Usaha (LU) pertambangan disebabkan oleh peningkatan aktivitas penambangan dalam rangka memenuhi permintaan industri pengolahan nikel. "Sementara, negara tujuan ekspor sendiri masih didominasi oleh China, komoditasnya 98% didominasi oleh hasil tambang dan hasil olahan tambang," tutupnya. (r5/b/aji)

Tags

Terkini