Suharman Tabrani Foto: SUPRIANTO/Rakyat Sultra
KENDARI - Bank Indonesia menjamin kebutuhan uang tunai untuk masyarakat dapat terpenuhi selama pandemi virus corona (covid-19). Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjamin ketersedian uang tunai di mesin ATM tidak akan mengalami kekosongan selama pandemi covid-19.
Kepala KPwBI Sultra, Suharman Tabrani mengatakan, stok uang kartal yang disiapkan BI Rp3,5 triliun. Jumlah tersebut merupakan uang tunai yang disiapkan BI ditengah wabah corona dan diproyeksikan bisa memenuhi kebutuhan transaksi hingga Ramadan tahun ini.
"Sementara ini, untuk pengalihan dana pemerintah jadi penanganan covid-19, kami belum melihat ada penarikan dana yang cukup mumpuni. Dan untuk proyeksi selama covid ini, jumlah peredaran uang berkurang. Kami tetap mempersiapkan cash money hampir Rp 3,5 T," ungkapnya melalui telepon selularnya, Sabtu (04/04/2020).
Dia menjelaskan, jumlah uang disiapkan meningkat jika dibandingkan bulan sebelumnya dan dibandingkan tahun lalu di bulan yang sama.
"Jadi, meningkatnya lumayan dibanding tahun lalu. Tahun lalu itu agak anomali, kami menyiapkan hampir Rp 3,3 T, tapi realisasinya dibawah. Namun demikian tahun ini kami antisipasi lebih. Itu belum termasuk kas titipan kami di Baubau dan Kolaka," ujarnya.
Dia menuturkan, BI tetap menjaga ketersediaan uang tunai dalam jumlah besar meskipun pergerakan ekonomi melambat dari sebelum adanya pandemi covid-19.
"Insyaallah stok tersebut mencukupi, terlebih pasca covid ini perputaran uang melambat, karena pergerakan ekonomi berjalan pelan," ucapnya.
Pihaknya juga memastikan bahwa uang tunai tersebut sudah melalui proses sterilisasi dari upaya penyebaran corona virus. Olehnya itu, tidak ada alasan bagi pihak perbankan jika terjadi kekosongan uang kartal. Termasuk pada mesin ATM, karena stok uang dinilai mencukupi.
“Kita sudah memperingati pihak perbankan agar memperhatikan, supaya masyarakat tidak kesulitan mendapatkan uang jika dibutuhkan,” ucapnya.
Pihaknya berharap agar masyarakat dapat menjadi konsumen cerdas saat bertransaksi guna menghindari adanya peredaran uang palsu (upal) dengan cara 3D (dilihat, diraba dan diterawang). Kemudian tetap memperlakukan uang dengan baik agar tetap dalam kondisi layak edar.
Sementara itu, untuk layanan kas di Kantor KPw BI Sultra tetap dibuka normal sebagaimana biasanya. Sehingga perbankan masih dapat melakukan penyetoran uang.
Dalam kondisi pandemi corona ini, lanjutnya, BI tetap menjamin ketersedian uang rupiah bagi masyarakat. Lanjutnya, uang rupiah yang didistribusikan telah melalui proses pengolahan khusus guna meminimalisir penyebaran Covid-19.
Secara rinci dijelaskan bahwa, langkah awal adalah dengan melakukan karantina selama 14 hari terhadap setoran uang yang diterima dari perbankan atau penyelenggara jasa pengolahan uang rupiah (PJPUR).
"Proses karantina dilanjutkan dengan proses penyemprotan disinfektan sebelum dilakukan pengolahan dan didistribusikan kembali ke masyarakat," tutupnya. (rs)