probiz

Januari Diprediksi Terjadi Inflasi 0,7%

Senin, 22 Januari 2018 | 09:30 WIB

KENDARI - Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara memprediksi bahwa Kota Kendari dan Kota Baubau kembali terjadi inflasi pada Januari 2018 ini. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sultra, Minot Purwahono mengatakan, kenaikan inflasi sekitar 0,7 persen, karena sudah terjadi gejolak kenaikan harga pada komoditas tertentu di pasar.

"Prediksi tersebut baru diasumsikan pada minggu pertama dan

kedua, karena sudah ada tekanan di beberapa komoditas antara lain ikan dan beras. BI bersama anggota TPID Sultra melalukan berbagai langkah strategis dalam menekan inflasi dengan langsung terjun ke pedagang pasar untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak)," ungkap Minot, belum lama ini.

Dia menjelaskan, inflasi terjadi karena adanya tekanan padas komoditas tertentu, seperti ikan yang dipengaruhi oleh cuaca sehingga banyak nelayan terhambat aktivitasnya. Tetapi itu hanya pada jenis ikan tertentu. Kata Minot, sayuran juga bisa menjadi pemicu inflasi karena cuaca sehingga mengurangi suplai di pasar tradisional.

"Peran dari TPID banyak sekali langkah untuk menurunkan harga dengan cara sidak di awal tahun untuk memastikan stok tersedia cukup termasuk harga di pasaran," ucapnya.

Dia bilang, BI bersama Disperindag dan Bulog Sultra melakukan operasi pasar beras dengan tujuan menstabilkan harga. “Kenapa saya memprediksikan bahwa akan terjadi Inflasi di Januari ini, karena kondisi iklim yang sudah mulai hujan dan angin yang tidak menentu dapat mempengaruhi nelayan untuk memperoleh tangkapan ikan, dan produksi sektor pertanian akibat cuaca ekstrem,” ujarnya

Pihaknya bersama TPID selalu berupaya menjaga stok beras dan penyaluran bahan pangan agar tetap stabil. Jika itu tidak dilakukan katanya, dapat mengganggu perubahan harga pangan di pasar dan menimbulkan inflasi.

“Memang di awal Januari ini saya melihat ada gejala untuk terjadinya inflasi. Di mana ada dua komoditas penyumbang inflasi yang tinggi di bulan lalu yakni beras dan ikan. Gejolak tersebut sudah mulai terasa hingga masuk Minggu ketiga Januari 2018 ini," tutupnya. (*/b)

 

Tags

Terkini