probiz

Bagasi Lion Air Naik 30 Persen

Kamis, 30 Juni 2016 | 12:59 WIB

 

 

KENDARI - Menjelang lebaran Idulfitri 1437 Hijriah, Lion Grup mengalami lonjakan bagasi hingga 30 persen atau 500 kilogram hingga 1 ton dibanding hari biasa. Lonjakan ini juga diikuti dengan beberapa rute yang full di mulai 27 Juni hingga 4 Juni mendatang.

Station Manager Lion Grup, Hendra Diannan Jaya, Rabu (29/6) mengatakan untuk rute yang telah full sejak 27 Juni yaitu Kendari-Wakatobi yang menggunakan pesawat Wings ATR 600 dengan kapasitas 72 seat. "Flight ke Surabaya juga sudah full sejak 28 Juni hingga 5 Juli mendatang yang menggunakan pesawat Lion Boeing NG 800 dengan kapasitas 89 seat. Saat ini rata-rata seat yang terjual sudah 95 persen," katanya.

Meski dua rute tersebut terlihat lonjakannya, namun untuk penerbangan lainnya Hendra mengungkapkan masih berjalan seperti biasa. "Yang paling terlihat itu lonjakan bagasi, terjadi kenaikan 500 kilogram sampai satu ton. Ini kemungkinan banyak orang bepergian atau datang membawa banyak bagasi. Kemungkinan oleh-oleh," bebernya.

Lonjakan penumpang kemungkinan terjadi H -3 dan H -2, Hendra mengimbau masyarakat tidak ketakutan untuk tidak mendapatkan tiket lagi. Pasalnya saat ini Lion Grup dalam sehari 15 kali flight, 7 flight menggunakan Lion Air dengan tujuan Makassar, Surabaya dan Jakarta, Wings Air 6 kali flight dengan tujuan Makassar dan Wakatobi dan Batik Air dua flihgt. "Untuk harga tiket masyarakat  tidak perlu khawatir, meski lebaran harga tiket tidak akan melonjak. Niaga kami punya aturan, ada batasan atasnya. Jadi tidak lantas melihat karena lebaran, harganya lantas naik," jelasnya.

Sementara itu, untuk urusan bagasi Hendra kembali mengingatkan agar saat melakukan packing barang yang hendak dibawa tidak menggunakan fiber atau kardus. Jenis packingan seperti ini menurut Hendra tidak ditolerir oleh pihaknya. Terkecuali pihak penumpang membuat pernyataan tertentu dengan aturan tersendiri. "Jangan sampai bagasinya itu ketindis sama bagasi lain, sedangkan kedua jenis packingan ini sangat rentan. Sehingga jika terjadi kerusakan, pasti pihak kami yang disalahkan. Olehnya itu, ada SOP yang kami tetapkan," tandasnya. (rs)

Tags

Terkini