probiz

BI dan Pemprov Dorong Pembangunan Smelter

Kamis, 7 April 2016 | 13:09 WIB
Dian Nugraha

 

 

KENDARI - Pemerintah Provinsi Sultra dan Bank Indonesia mendorong pertumbuhan sektor industri pertambangan dan pengolahan, mengingat kontribusinya yang cukup besar terhadap PDRB dan penyerapan tenaga kerja. Demikian kata Kepala Perwakilan BI Sultra, Dian Nugraha dalam sambutannya pada acara Forum Koordinasi Ekonomi dan Keuangan Regional di Grand Clarion Hotel and Convention, Selasa (5/4).

Dian mengatakan, di Sultra baru terdapat dua unit smelter yang beroperasi. Jumlah tersebut jauh lebih kecil dari jumlah izin pembangunan smelter yang dikeluarkan pemerintah daerah. "Masih sedikitnya jumlah smelter yang telah dibangun karena dalam implementasinya terdapat berbagai kendala yang dihadapi oleh pengusaha," ungkap Dian.

Pemerintah daerah terus mendorong adanya percepatan pembangunan smelter melalui serangkaian kebijakan. Di antaranya, penerbitan Peraturan Gubernur Sultra No 39 Tahun 2013 tentang Peningkatan Nilai Tambah dan Pengendalian Ekspor Mineral dan Batubara di Wilayah Provinsi Sultra serta Rancangan Peraturan Gubernur Sultra tentang Pedoman Teknis Pemberian Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi Khusus Pengolahan atau Pemurnian Mineral dan Batubara.

Di tempat yang sama Kepala Dinas ESDM Provinsi Sultra Ir Burhanuddin MSi menambahkan, tahun 2016 ini akan dibuat smelter sebanyak tujuh unit yang tersebar di beberapa daerah seperti Konawe Selatan, Kolaka dan Buton. "Kami mengapresiasi pelaku usaha tambang yang telah menginvestasi dana cukup besar dalam rangka meningkatkan nilai tambah mineral dan batu bara di Sultra," ujarnya.

Dengan bertambahnya smelter, diharapkan perekonomian Sultra kembali bergeliat. Untuk diketahui, sektor pertambangan dalam struktur PDRB Sultra di 2013 mampu memberikan kontribusi sebesar 24 persen. Angka ini menurun 3 persen atau sumbangsih pertambangan hanya 21 persen pada 2014 karena pemberlakukan UU Minerba tentang larangan pengiriman Ore Nikel. Sedikit menggeliat di 2015 dengan adanya dua smelter yang beroperasi, sehingga sektor pertambangan mampu menyumbang sebesar 22 persen terhadap PDRB Sultra.

Pihaknya, berharap ke depan sinergi dan kerja sama antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Provinsi Sultra akan terus diperluas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Sultra. (*/b)

Tags

Terkini