probiz

Inflasi Tinggi, Pemkot Baubau Gencar Gelar Pasar Murah

Kamis, 2 Oktober 2025 | 20:06 WIB
Suasana pelaksanaan pasar murah di Baubau

Baubau, Rakyatsultra.id - Menjelang pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Baubau yang ke-24 dan hari jadi Kota ke-484 atau yang lebih dikenal dengan Haroana Baubau 2025, Pemkot Baubau menggelar gerakan pangan murah di lapangan lembah hijau Kamis (02/10/2025).

Plt Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan r Asva Rinny M.Si dalam keterangan persnya di Kantor Dinas Pertaninan dan Ketahanan Pangan berharap pelaksanaan gerakan pangan murah menjelang Haroana dapat dinikmati oleh keluarga keluarga yang membutuhkan. Karena harganya adalah harga yang memang dibawah HET seperti harga beras SPHP per kemasan Rp 5 Kg dengan harga sebesar Rp 58.000. Sedangkan harga yang dijual di pasar untuk beras beras SPHP di harga Rp 60.000-Rp 62.000.

”Kalau kami tadi Pemkot Baubau berupaya untuk menstabilkan harga terutama kebutuhan pokok dengan GPM (gerakan pangan murah) seperti gula pasir tadi kami dengan harga Rp 17.000 perkg. Dan minat masyarakat tadi sangat besar dengan total 1 ton kita salurkan dengan beras SPHP sebesar 1 ton, gula pasir 50 kg dan minyak goreng kita tadi 120 liter Alhamdulillah hanya sekian waktu sudah habis,”ujarnya.

Ditambahkan, kehadiran gerakan pangan murah ini sangat dibutuhkan. Namun, dilakukan pembatasan untuk satu keluarga dua kemasan agar semua bisa kebagian. Selain itu juga, mencegah ada upaya untuk menjual kembali dan itu bisa dirasakan langsung masyarakat itu sendiri karena tujuan sesungguhnya untuk menstabilkan harga.

Plt Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau ini mengakui, selama ini sudah ada beberapa kali melaksanakan gerakan pangan murah mulai dari moment Agustusan, kegiatan kemah exclusive di Lakalogou, di DPRD, stadion betoambari dua kali waktu itu kunjungan BPK di OPD dan di lembah hijau jelang moment hari jadi Kota Baubau yang ke 484.

BPS Sultra meirilis inflasi year on year (y-on-y) Sultra sebesar 3,68 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 110,03.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Baubau sebesar 4,84 persen dengan IHK 111,44. Sementara inflasi terendah berada di Kota Kendari sebesar 2,99 persen dengan IHK 109,02.

“Penyumbang utama inflasi berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,55 persen, kelompok pendidikan sebesar 4,28 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,80 persen,” ujar Plt. Kepala BPS Sultra, Andi Kurniawan,

Tags

Terkini