Jakarta, Rakyatsultra.id- Nilai tukar (kurs) Rupiah mengalami tren penguatan terhadap Dolar AS di tengah ketidakpastian ekonomi global, terutama imbas kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penguatan tersebut dipicu oleh intervensi yang dilakukan Bank Indonesia untuk menstabilkan Rupiah.
Sebelumnya, Rupiah sempat tertekan Rp16.865 per Dolar AS pada April 2025, setelah Presiden Donald Trump mengumumkan tarif resiprokal.
Namun, hingga akhir Juni 2025, Sri Mulyani mencatat Rupiah berbalik arah, dengan menguat Rp16.235 per Dolar AS. Hingga 25 Juli 2025 Rupiah tercatat relatif stabil di Rp16.315.
"Tren penguatan Rupiah didukung aliran masuk modal yang terjaga serta persepsi positif investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia," jelasnya.
Selain itu, konversi valuta asing ke Rupiah oleh eksportir pasca penerapan kebijakan terkait Devisa Hasil Ekspor SDA juga disebut ikut mendukung apresiasi nilai tukar Rupiah.