Jakarta,Rakyatsultra.id - Harga minyak turun tajam yang dipicu oleh harapan tercapainya kesepakatan nuklir antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang bisa membuat sanksi ekonomi terhadap Iran dilonggarkan dan pasokan minyak dunia meningkat.
Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent turun 1,56 Dolar AS (sekitar 2,36 persen) menjadi 64,53 Dolar AS per barel pada penutupan perdagangan Kamis, 15 Mei 2025, atau Jumat pagi WIB.
Penurunan harga terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran mengenai kesepakatan nuklir semakin mendekati kata sepakat. Iran disebut hampir menyetujui syarat-syarat yang diajukan AS.
Seorang pejabat Iran kepada NBC News mengatakan bahwa Teheran bersedia menyetujui kesepakatan itu jika sanksi ekonomi terhadap negara tersebut dicabut.
Menurut analis dari SEB, Ole Hvalbye, pencabutan sanksi ini bisa membuat Iran menambah pasokan sekitar 800 ribu barel minyak per hari ke pasar global, yang tentu saja akan menekan harga minyak.
"(Setiap) pencabutan sanksi langsung yang berasal dari perjanjian nuklir dapat membuka tambahan 0,8 juta barel minyak mentah Iran per hari untuk pasar global – suatu perkembangan yang tidak dapat disangkal berdampak buruk pada harga," kata Hvalbye.
John Kilduff, analis dari Again Capital di New York, mengatakan pasar bergejolak karena ketidakpastian soal kesepakatan Iran-AS.
"Kita masih belum tahu apakah Presiden Trump akan tetap menjatuhkan sanksi pada Iran atau justru membuka pintu kerja sama. Ketidakpastian ini membuat pasar minyak terus bergejolak," ujarnya.