Jakarta,Rakyatsultra.id- Terdapat beberapa sektor utama yang memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan pajak.
“Sektor industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar, dengan kontribusi mencapai 28,3 persen dari total penerimaan, walaupun mengalami kontraksi sebesar 9,7 persen secara tahunan (yoy),” kata Suryo Utomo dalam rapat.
“Kontraksi ini utamanya disebabkan oleh menurunnya harga komoditas serta masih adanya tekanan pada sektor manufaktur tertentu,” sambungnya.
Untuk sektor perdagangan, lanjut Suryo, memberikan kontribusi sebesar 23,1 persen terhadap total penerimaan, namun juga mengalami kontraksi sebesar 5,8 persen.
“Perlambatan konsumsi domestik dan penurunan aktivitas impor menjadi faktor utama menurunnya kinerja sektor ini,” ujarnya.
Sementara itu, pada sektor jasa keuangan dan asuransi justru tumbuh positif, dengan pertumbuhan sebesar 8,4 persen dan kontribusi sebesar 7,9 persen terhadap total penerimaan.
“Hal ini mencerminkan pulihnya aktivitas di sektor keuangan pasca tekanan global di tahun sebelumnya,” jelas Suryo.
Selain itu, pada sektor pertambangan mengalami kontraksi tajam hingga 29,7 persen lantaran turunnya harga batubara dan komoditas lainnya.