Jakarta, Rakyatsultra.id- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan rencana peningkatan impor gandum dari Amerika Serikat (AS) tidak mengganggu program swasembada pangan.
Hal tersebut dikatakan Airlangga yang tengah berada di Washington DC untuk melobi pejabat AS terkait tarif dari Presiden AS Donald Trump tersebut.
Menurutnya, impor terhadap komoditas tersebut selama ini memang sudah dilakukan, tidak hanya dari Amerika Serikat, tetapi juga dari negara lain seperti Australia dan Ukraina. Karena itu, rencana tersebut, kata Airlangga bukan penambahan volume impor, melainkan pengalihan sumber impor.
“Nah, sehingga kita hanya melakukan pengalihan daripada impor bahan baku untuk pangan tersebut,” tuturnya.
Dengan meningkatkan impor dari AS, Indonesia berharap pemerintah AS dapat menurunkan tarif resiprokal sebesar 32 persen yang saat ini dikenakan terhadap produk-produk asal Indonesia.