Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali mengadakan Bincang Bareng Media bertajuk "Perkembangan Ekonomi dan Isu Terkini" di salah satu Warung Kopi di Kota Lulo, Jumat (7/1/2022).
KENDARI - Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali mengadakan Bincang Bareng Media bertajuk "Perkembangan Ekonomi dan Isu Terkini" di salah satu Warung Kopi di Kota Lulo, Jumat (7/1/2022).
Kegiatan ini dihadiri langsung Kepala BI Sultra, Bimo Epyanto berserta jajarannya. Dikesempatan ini membeberkan perkembangan perekonomian Sultra sepanjang 2021.
Termasuk, mengungkapkan bahwa beroperasinya Bendungan Ladongi pascadiresmikan Presiden Jokowi, 28 Desember lalu dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada sektor pertanian di bumi anoa.
Kata Bimo, Bendungan Ladongi berdampak pada kinerja sektor pertanian karena irigasi yang lebih baik sehingga akan mendorong produktifitas masyarakat. Pasalnya, Ladongi, Kolaka Timur (Koltim) bisa dibilang salah satu lumbung padi yang ada di Sultra.
"Sektor pertanian memainkan peran penting meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sehingga, dibangunnya bendungan tersebut tidak hanya dapat mempengaruhi produktifitas namun juga daya konsumsi masyarakat. Jadi, aktivitas ekonomi yang semakin pulih, daya beli masyarakat semakin meningkat maka otomasi konsumsi juga akan terus menguat dan pada gilirannya meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh," ungkap Bimo.
Selain pertanian, sambung Bimo, Sultra juga masih memiliki sektor lain yang menjadi unggulan daerah seperti, perikanan, perdagangan dan terakhir tentunya sektor pertambangan.
Sementara itu, Bimo mengungkapkan, transaksi non tunai selama 2021 mengalami peningkatan terutama E-Commerce sebanyak 51,99 persen, mengigat masyarakat sudah terbiasa berbelanja secara online (daring).
"Kalau kita belanjanya online maka otomatis bayarnya juga non tunai. Ini terlihat secara volume mupun nominal uang dibelanjakan meningkat di 43,27 persen data nasional," pungkas Bimo.
Diketahui, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari, Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air telah memulai pembangunan Bendungan Ladongi sejak 2016 dengan masa pelaksanaan hingga akhir 2021. Pembangunannya sendiri menelan anggaran sebesar Rp 1,2 triliun.
Bendungan ini berkapasitas tampung 45,95 juta meter kubik air dan luas genangan serta area sabuk hijau sebesar 246,13 hektar. Nantinya air yang tertampung akan dimanfaatkan untuk mengairi areal persawahan dengan layanan irigasi seluas 3.604 hektar secara kontinyu di Koltim. (r6/b/aji)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Rabu, 29 Juli 2026 | 10:51 WIB
Selasa, 30 Juni 2026 | 18:14 WIB
Rabu, 24 Juni 2026 | 14:03 WIB
Selasa, 23 Juni 2026 | 09:49 WIB
Senin, 22 Juni 2026 | 20:46 WIB
Minggu, 21 Juni 2026 | 18:00 WIB
Jumat, 19 Juni 2026 | 10:20 WIB
Jumat, 12 Juni 2026 | 13:16 WIB
Senin, 8 Juni 2026 | 11:32 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 13:03 WIB
Senin, 25 Mei 2026 | 16:56 WIB
Sabtu, 25 April 2026 | 13:50 WIB
Minggu, 19 April 2026 | 18:45 WIB
Rabu, 1 April 2026 | 22:20 WIB
Sabtu, 14 Maret 2026 | 20:58 WIB
Jumat, 13 Maret 2026 | 20:54 WIB
Rabu, 4 Maret 2026 | 19:13 WIB
Senin, 2 Maret 2026 | 19:58 WIB
Rabu, 25 Februari 2026 | 13:57 WIB
Rabu, 11 Februari 2026 | 08:20 WIB