Jumat, 28 Agustus 2026

Menaker Upayakan BLK Kendari Jadi BLK Besar Bertaraf Internasional

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Sabtu, 27 November 2021 | 06:47 WIB
Menteri Ketenagakerjaan RI, Hj Ida Fauziyah usai menandatangani penyerahan aset Hibah Tanah dan Bangunan Milik Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kepada Kementerian Ketenagakerjaan RI. Foto: Herdy/Rakyat Sultra.   KENDARI - Menteri Ketenagakerjaan RI, Dr Dra Hj Ida Fauziyah MSi bersama rombongan menyambangi Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari dan disambut langsung Sekda Pemprov Sultra, Hj Endang Abbas dan Kepala BLK Kendari, Dr Laode Haji Polondu, Jumat (26/11/2021). Kunjungan ini dalam rangka penyerahan hibah tanah dan bangunan milik Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kepada Kementerian Ketenagakerjaan RI. Teranyar, Ida Fauziyah mengupayakan BLK ini menjadi Balai Besar Pelatihan Vokasi Internasional (BBPVI) di Bumi Anoa. Hal ini Ida diungkapkan saat dimintai keterangan sejumlah awak media usai menandatangani prasti sejumlah gedung baru di BLK Kendari. Ia mengaku, saat ini pihaknya terlebih dahulu bakal menyiapkan sarana prasarana guna mendukung kelancaran pelatihan bagi peserta. Pengembangannya pun ditaget tahun depan. "Kita akan mengembangkan jurusan-jurusan sesuai dengan kebutuhan industri di Sulawesi Tenggara ini. Kita bersyukur, juga berterimakasih karena bantuan ini atas dukungan atau persetujuan dari DPRD. Mudah-mudahan kita bisa meningkatkan status BLK ini. Harapannya pemerintah provinsi inikan menjadi BLK yang standar Internasional," ucap Ida. Namun, kata dia, untuk menjadi taraf Internasional membutuhkan proses yang panjang. Tidak hanya sarana prasarana, tetapi juga harus memperhatikan kapasitas instruktur (pengajar, red). "Tentu, prosesnya panjang, kami harus menyiapkan segala situasinya, saran prasarana, fasilitas-fasilitas yang memenuhi syarat sebagai balai besar (BBPVI). Termasuk kapasitas instrukturnya. Pasri setelah ini kami akan ajukan ke Kementerian PAN RB. Ini prosesnya itu untuk menjadi balai besar bukan ada di Kementerian Ketenagakerjaan tapi persetujuan dari Kementerian PAN RB," beber Ida Fauziah. "Mudahan-mudahan kita mulai pengembangannya di tahun 2022," pungkasnya. (r6/b/aji)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X