Jumat, 28 Agustus 2026

VDNI dan OSS Serahkan 7.500 Rapid Tes

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Minggu, 3 Mei 2020 | 18:37 WIB
External Affairs Manager PT VDNI , Indrayanto (kiri) menandatangani berkas penyerahan bantuan rapid tes di Posko Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sultra, Minggu (3/5/2020). Foto : Seplin Bachrir/Rakyat Sultra   KENDARI - PT Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) menyerahkan bantuan 7.500 unit rapid tes ke Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (3/5). Alat itu diharapkan bisa membantu Pemerintah Provinsi Sultra dalam menanggulangi penyebaran virus Corona atau Covid-19. External Affairs Manager PT VDNI , Indrayanto mengatakan alat rapid tes itu merupakan bantuan tahap kedua yang disalurkan PT VDNI dan PT OSS. Pada tahap pertama, mereka sudah menyerahkan sekira 2.500 unit alat rapid tes. "Jadi total keseluruhan rapid test yang sudah kita serahkan ke Gugus Tugas Covid-19 sebanyak 9.500 unit. Mudah mudahan kalau ada lagi kiriman dari China, kami akan serahkan ke Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sultra," jelasnya. Dia menegaskan bantuan rapid test ini didatangkan dari China. Alat itu pun diyakini lebih akurat dalam mendeteksi virus Corona atau Covid-19. Bantuan ini, katanya, merupakan wujud kepedulian PT VDNI dan PT OSS kepada masyarakat agar bisa terhindar dari virus Corona atau Covid-19. Sementara itu, Bagian Logistik Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sultra, dr Irma Tamburaka mengapresiasi bantuan rapid tes yang diberikan PT VDNI dan PT OSS. Bantuan seperti ini dianggap sangat bermanfaat bagi masyarakat Sultra. Saat ini, kata dia, Gugus Tugas Covid-19 sedang kekurangan stok rapid tes. Bahkan pada Minggu (3/5), rapid tes yang ada di gudang logistik sudah habis setelah didistribusikan ke beberapa kabupaten seperti Kabupaten Bombana dan Kabupaten Buton Nantinya, kata dia, 7.500 unit rapid tes itu akan disalurkan ke 17 kabupaten dan kota. Dalam penyaluran, pihaknya tentu akan melihat sebaran orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan orang tanpa gejala (OTG). "Kalau suatu daerah punya ODP, PDP dan OTG yang besar maka distribusi rapid tes tentunya akan lebih besar," pungkasnya. (rir/aji)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X