Jakarta, Rakyatsultra.id- Pertamina mendorong mitra kerja, suplier, dan vendor melalui Pertamina Supplier Relationship Management (SRM) 2025 untuk beraktivitas sesuai asas keberlanjutan sehingga dapat berkontribusi pada pencapaian target pengurangan emisi, peningkatan keselamatan kerja, serta kesejahteraan masyarakat.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso mengatakan, SRM merupakan ajang rutin Pertamina dengan mitra kerja untuk menyampaikan kondisi dan regulasi terkait proses pengadaan, serta penegasan kembali praktik green procurement.
SVP Procurement Hery Murahmanta menambahkan, aspek keberlanjutan merupakan asas kesinambungan dalam proses pengadaan suatu barang dan jasa.
Hal tersebut diwujudkan melalui proses pengadaan yang efektif dan efisien, di antaranya melalui sentralisasi kontrak payung, serta inovasi sistem pengadaan Pertamina seperti Price Database & Market Intelligence Tools (PREDICT) dan standarisasi Kode Identifikasi Material Pertamina (KIMAP).
Green procurement Pertamina juga melakukan proses pengadaan yang memperhatikan dampak terhadap lingkungan, mulai dari penekanan aspek kesehatan, keselamatan, keamanan dan lingkungan (Health, Safety, Security and Environment/HSSE), serta sistem digital pengadaan barang dan jasa.
"Pertamina harus bisa memberikan kontribusi terhadap aspek keberlanjutan, salah satunya melalui green procurement. Oleh karenanya, membangun ekosistem bersama para vendor penting melalui berbagai program," jelasnya.