Jumat, 28 Agustus 2026

Bulan Inklusi Keuangan 2024, OJK Sultra Dorong Peningkatan Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Nasional

Photo Author
Sitti Asnawati, Rakyat Sultra
- Senin, 7 Oktober 2024 | 09:07 WIB
Suasana pelaksanaan pembukaan Bulan Inklusi Keuangan Tahun 2024
Suasana pelaksanaan pembukaan Bulan Inklusi Keuangan Tahun 2024

Kendari,Rakyatsultra.id-  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menggelar perayaan puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2024 yang dilaksanakan di The Park Kendari dengan tema Akses Keuangan Inklusif, Wujudkan Masyarakat Produktif dari tanggal 4-6 Oktober, dengan tujuan mendorong peningkatan indeks literasi dan inklusi keuangan nasional.

Kepala OJK Sultra, Arjaya Dwi Raya mengatakan, BIK tahun 2024 yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penggunaan masyarakat terhadap produk dan/atau layanan jasa keuangan sehingga dapat mendorong pencapaian target inklusi keuangan diakhir tahun 2024 serta mengurangi gap antara tingkat literasi dan inklusi keuangan.

Rangkaian kegiatan BIK 2024 dilakukan sejak bulan Agustus melalui program Piket Literasi Keuangan (PEKA) di 17 Kota/Kabupaten Provinsi Sultra dan puncak kegiatan BIK dilaksanakan pada hari ini selama 3 hari mulai tanggal 4 s.d 6 Oktober dengan berbagai kegiatan literasi dan inklusi yang melibatkan Bank Indonesia dan seluruh Industri Jasa Keuangan dari industri Perbankan, Pasar Modal, Perasuransian, Perusahaan Pembiayaan, Dana Pensiun, Pegadaian, dan stakeholders terkait secara terintegrasi, masif, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Sultra.

"Dapat kami laporkan, capaian Bulan Inklusi Keuangan Tahun 2023 se-indonesia meliputi pembukaan rekening perbankan sebanyak 2.925.231 rekening, Pasar modal sebanyak 131.058 rekening efek, Asuransi sebanyak 658.484 pembukaan polis, Pembiayaan sebanyak 543.731 debitur, Pegadaian sebanyak 3.253.844 rekening, dan Financial Technology (Fintech) sebanyak 424.370 akun," tuturnya.
Ia juga megatakan bahwa OJK Otoritas dan seluruh Industri Jasa Keuangan berkomitmen untuk mendorong peningkatan indeks literasi dan inklusi keuangan nasional. Hal ini tercermin pada Pilar ke 2 Kerangka Struktural Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI) 2021-2025 yaitu Pengembangan Ekosistem Jasa Keuangan terdapat program 'Memperluas Akses Keuangan dan Meningkatkan Literasi Keuangan Masyarakat'.

"Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2024 yang menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 65,43 persen dan indeks inklusi keuangan sebesar 75,02 persen. Angka tersebut menunjukkan adanya gap antara tingkat literasi dan inklusi keuangan yaitu sebesar 9,59 persen," ujarnya.
Sementara, Sekretaris Daerah Sultra, Asrun Lio mengatakan, pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada ojk bersama kementerian/lembaga terkait beserta lembaga jasa keuangan yang telah menginisiasi bulan oktober sebagai BIK dengan tujuan untuk memberikan pemahaman masyarakat terhadap produk dan/atau layanan jasa euangan serta mendorong akselerasi penambahan jumlah rekening maupun penggunaan produk dan/atau ayanan asa keuangan.

"Selain itu, sebagai salah satu upaya yang telah dilakukan adalah melalui peran Tim Percepatan
Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Program TPAKD dibentuk dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera," ujarnya.

Untuk diketahui, dalam kegiatan BIK tersebut diberikan penghargaan TPAKD Award kepada Kota Kendari, sebagai TPAKD Terinovasi Dalam Pembiayaan Mikro Berbiaya rendah bagi UMKM. Kemudian TPAKD Bombana sebagai Pendorong Akses Keuangan Melalui Sektor Unggulan Daerah. Lalu TPAKD Wakatobi sebagai TPAKD Terinovasi Dalam Pembiayaan Mikro Berbiaya rendah bagi UMKM dan TPAKD Konawe sebagai TPAKD Pengembangan Kawasan Inklusi Keuangan Daerah. CR5

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sitti Asnawati

Tags

Terkini

Terpopuler

X