Ir Ridwan BAE
RAHA-Wakil Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Ridwan Bae memastikan pembangunan di Sulawesi Tenggata akan tampil lebih baik jika Airlangga Hartarto, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya (Golkar) terpilih menjadi Presiden RI tahun 2024.
"Kalau beliau terpilih jadi presiden maka Kabupaten Muna dan Sulawesi Tenggara akan tampil lebih baik dalam berbagai aspek pembangunan," kata Ridwan.
Kini, nama Airlangga Hartarto disebut sebagai salah satu figur potensial yang akan masuk dalam bursa pemilihan Presiden RI tahun 2024 mendatang. Hal itu kata Ridwan juga sejalan dengan keinginan seluruh kader Partai Golkar. "Menjadi keinginan seluruh kader agar bapak Ir Airlangga Hartarto maju sebagai calon Presiden 2024," tegas Ridwan.
Namun saat ini kata mantan Bupati Muna dua periode ini, Airlangga Hartarto belum bersikap untuk memberi jawaban, sebab saat ini Airlangga Hartarto sedang berkonsentrasi membangun negeri ini.
Selain sebagai Menteri Koordinator perekonomian RI, Airlangga Hartarto juga didapuk sebagai ketua komite penanggulangan Covid-19 dan ketua pemulihan ekonomi nasional.
Kata Ridwan, saat ini beliau sedang bekerja keras dan memikirkan tentang penanggulangan wabah pandemi Covid-19 dan memulihkan ekonomi nasional.
"Alhamdulillah, angka Covid-19 makin hari makin menurun dan terkendali, tidak seperti negara-negara lain yang jatuh dan terpuruk karena wabah Covid-19, kita Indonesia bisa bertahan dan bangkit. Bahkan pada trisemester berikutnya, perekonomian nasional akan meningkat menjadi 7,8 persen," kata Ridwan.
Mantan Ketua DPD I Golkar Sulawesi Tenggara ini juga menyebut peran Airlangga Hartarto dalam pembangunan, khususnya di Sulawesi Tenggara.
Ia menyebut, keberadaannya di Komisi V DPR RI karena ditempatkan oleh Airlangga Hartarto sebagai Ketum DPP PG, sehingga ia dipercaya untuk memperjuangkan dan mengawal pembangunan infrastruktur dan konsisten dengan cita-cita Partai Golkar, membangun Indonesia melalui pembangunan infrastruktur.
"Saya ditempatkan di Komisi V karena kebijakan dari bapak Ir Airlangga Hartarto, karena kami fraksi-fraksi di DPR adalah perpanjangan tangan partai," ucapnya. (sra/aji)