politik

Pasca Dinonaktifkan, Lima Anggota DPR Ini Tetap Terima Gaji Buta?

Minggu, 31 Agustus 2025 | 20:03 WIB
Uya Kuya, Eko Patrio, Sahroni dan Nafa Urbach yang dinonaktifkan di DPR dari fraksi partainya.


Jakarta, Rakyatsultra.id - Lima anggota DPR RI resmi dinonaktifkan dari masing-masing fraksi partainya. Anggota DPR nonaktif itu yakni Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, dan Surya Utama alias Uya Kuya dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) serta Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach sebagai Anggota DPR-RI dari Fraksi Partai NasDem. Kemudian menyusul Adies Kadir dari Fraksi Golkar.

Status nonaktif membuat lima anggota DPR ini tetap berhak menerima fasilitas gaji dari negara tanpa bekerja alias terima gaji buta. Kelima anggota DPR RI tersebut terhitung tidak lagi bekerja mulai 1 September 2025.

Ketua Umum masing-masing-masing partai yang menaungi mereka memutuskan untuk menonaktifkan dari fraksi di DPR.

Walaupun dinonaktifkan ternyata kelima aktor kericuhan tersebut tetap menerima gaji mereka.

Ketentuan mengenai penonaktifan atau pemberhentian sementara anggota DPR tertuang dalam pasal 19 Peraturan DPR Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib.

Dalam pasal 19 ayat 4 disebutkan bahwa, anggota DPR yang nonaktif tetap mendapatkan hak gaji seperti biasa.

“Anggota yang diberhentikan sementara tetap mendapatkan hak keuangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” bunyi pasal 19 ayat 4 Peraturan DPR No. 1/2020.

Ini artinya, meskipun Adies Kadier, Ahmad Sahroni Nafa Urbach, Eko Patrio dan Uya Kuya dinonaktifkan dari DPR, mereka masih merupakan anggota DPR dan tetap mendapatkan gaji.

Padahal, publik geram dengan ulah para anggota DPR yang memamerkan tindakan yang kurang pantas. Mulai dari Eko Patrio yang memparodikan sound horeg hingga berjoget-joget. Demikian pula sikap Uya Kuya.

Berbeda dengan Sahroni yang membuat rakyat tersakiti dengan kata-kata yang kurang pantas. Kritik masyarakat dianggap tidak pantas terhadap lembaga DPR, apalagi ingin membubarkan DPR. Demikian juga dengan sikap Nafa Urbach yang sangat kontroversial.

Bahkan Nafa mengeluh harus menempuh macet untuk menuju kantor DPR, lantaran tinggal di Bintaro.

"Anggota dewan itu nggak dapat rumah jabatan, dikarenakan banyak sekali anggota dewan yang berasal dari luar kota, maka dari itu banyak sekali anggota dewan yang ngontrak di daerah Senayan," kata Nafa.

Tags

Terkini