Jakarta, Rakyatsultra.id - Setelah Partai NasDem resmi menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari kursi DPR, kini giliran dua selebritas politikus, Eko Patrio dan Uya Kuya, yang dikabarkan mundur dari kursi DPR RI. Dua Politikus PAN itu dikabarkan mengundurkan diri.
Informasi mundurnya keduanya cukup berhembus kencang dan dibahas diinternal DPP Partai Amanat Nasional (PAN). Langkah ini disebut sebagai upaya meredam situasi agar kondisi sosial-politik kembali kondusif. Namun apakah benar, setelah sejumlah rentetan kegaduhan yang telah diciptkan dapat diredam dengan kemunduran para politikus tersebut dari kursi DPR.
Padahal, sehari sebelumnya, Eko Patrio telah menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik. Permintaan maaf itu ia sampaikan lewat video di akun Instagram pribadinya, Sabtu (30/8). Dalam video tersebut, Eko didampingi rekannya sesama legislator PAN, Pasha Ungu.
“Dengan penuh kerendahan hati, saya Eko Patrio, menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada masyarakat atas keresahan yang timbul akibat perbuatan yang saya lakukan,” ujar Eko.
Hal serupa dilakukan Uya Kuya. Ia menyesali aksinya berjoget di Gedung DPR RI usai pengumuman kenaikan gaji dan tunjangan anggota dewan. Video tersebut memicu kritik keras publik.
“Saya Uya Kuya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, tulus dari hati saya yang paling dalam untuk seluruh masyarakat Indonesia atas apa yang terjadi beberapa hari terakhir ini,” ungkap Uya.
Gelombang kekecewaan masyarakat semakin terlihat nyata. Sabtu malam (30/8) hingga Minggu dini hari (31/8), kediaman Eko Patrio dan Uya Kuya di Jakarta menjadi sasaran amukan massa. Peristiwa ini menambah panjang daftar rumah legislator yang diserang, setelah sebelumnya rumah Ahmad Sahroni di Tanjung Priok, Jakarta Utara, lebih dulu digeruduk warga.