Jakarta,RakyatSultra.id- Tiga panglima pasukan elite TNI yang baru dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung, pada Minggu 10 Agustus 2025 diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan TNI.
Sukamta menilai, tiga pasukan elite TNI tersebut sedianya berada di garda terdepan untuk menghadapi ancaman nyata yang semakin kompleks.
"Tantangan yang dihadapi oleh TNI ke depan di antaranya pertama, peningkatkan kemampuan tempur berbasis teknologi mutakhir, termasuk penguasaan drone tempur, siber, dan kecerdasan buatan,” kata Sukamta kepada wartawan, Senin 11 Agustus 2025.
Selain itu, Sukamta menyebut TNI juga harus kesiapsiagaan menghadapi ancaman asimetris seperti terorisme, infiltrasi intelijen asing, penyelundupan senjata, dan kejahatan lintas negara memerlukan respon cepat dan presisi tinggi.
Kemudian, pengamanan wilayah strategis untuk memastikan kedaulatan di wilayah perbatasan, laut lepas, dan ruang udara dari potensi ancaman eksternal maupun konflik terbuka.
“Lalu, penguatan operasi gabungan antar matra untuk membangun interoperabilitas darat-laut-udara agar operasi gabungan berjalan efektif dan responsif," kata Sukamta.
Lebih jauh, Wakil Ketua Bidang Polhukam Fraksi PKS DPR RI ini juga menegaskan bahwa dukungan politik, anggaran, dan kebijakan dari DPR RI akan terus diarahkan untuk memperkuat TNI, termasuk pasukan elite.