politik

Respons Konflik di Timur Tengah, SBY Serukan Kebijaksanaan Pemimpin Dunia: Perang Iran-Israel Bisa Jadi Awal Malapetaka Global

Kamis, 19 Juni 2025 | 14:21 WIB
 

Jakarta,RakyatSultra.id Dalam suasana dunia yang kian mencekam akibat meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut memberikan respons terhadap situasi tersebut.

Ia mengingatkan dunia bahwa konflik ini bisa menjadi titik awal malapetaka besar bagi umat manusia jika tidak segera dikendalikan.

“Saat ini, situasi di Timur Tengah semakin berbahaya. Jika Perang Iran-Israel menjadi ‘out of control’, dunia benar-benar di ambang malapetaka,” ujar SBY dalam pernyataan tertulisnya yang disampaikan ke publik melalui akun X pribadinya.

Dalam pandangannya, masa depan perdamaian dan keamanan global kini berada di tangan segelintir tokoh kuat dunia.

Ia menyebut lima nama yang menurutnya akan sangat menentukan arah sejarah dunia dalam beberapa waktu ke depan: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, serta tiga pemimpin besar dunia yakni Donald Trump, Vladimir Putin, dan Xi Jinping.

“Semoga kelima pemimpin tersebut oleh Tuhan diberikan kearifan jiwa dan kejernihan pikiran dalam mengambil keputusan dan tindakan. Jangan ada salah keputusan dan ‘miscalculation’ (salah hitung),” harap SBY.

“Kalau gegabah dan salah, akan menimbulkan kematian dan kehancuran yang dahsyat di banyak bangsa dan negara," ungkapnya.

SBY juga mengajak masyarakat dunia untuk tidak melupakan pelajaran dari sejarah. Menurutnya, banyak peperangan besar yang terjadi karena ego dan ambisi para pemegang kekuasaan.

Ia menyebut mereka sebagai "warlike leaders", pemimpin yang gemar mencari solusi melalui senjata ketimbang diplomasi.

“Sejarah mencatat, banyak peperangan yang berangkat dari ego dan ambisi para pemegang kekuasaan. Dari abad ke abad, selalu ada ‘warlike leaders’. Padahal, sejatinya manusia sedunia lebih mencintai kedamaian dan perdamaian,” tegasnya.

Namun di tengah ancaman itu, SBY tetap menyuarakan optimisme. Ia meyakini bahwa dunia masih memiliki waktu dan jalan untuk menghindari bencana besar.

“Perang besar, apalagi Perang Dunia ke-3, masih bisa dicegah. Harus bisa dicegah. Waktu dan jalan masih ada,” tutupnya dengan nada penuh harapan.

Pernyataan ini hadir sebagai suara moral dan panggilan nurani, mengingatkan bahwa di balik retorika politik dan strategi militer, ada jutaan nyawa manusia yang menjadi taruhan.

Tags

Terkini