Ismail kurang sepakat dengan pernyataan komisioner KPU bahwa Sirekap hanya sebagai alat bantu. Menurut dia, Sirekap bukan alat bantu saja. Tetapi juga landasan satu-satunya bagi masyarakat untuk mengetahui perkembangan rekapitulasi manual oleh KPU di semua level.
Pada bagian lain, capres nomor urut 1 Anies Baswedan mengajak semua pihak sama-sama melakukan perbaikan atas berbagai kekurangan yang ditemukan. Dia menyebut temuan itu bukan untuk membolak-balik hasil pemilu. Tapi merupakan bagian dari gerakan perubahan.
”Kita ingin pemilu lebih baik, lebih jujur, bersih, lebih fair, dan lebih transparan,” ungkapnya kemarin.
Perbaikan atas kekurangan tersebut, lanjut Anies, akan membuat kualitas demokrasi menjadi lebih baik.
”Pemilu ini penting karena terjadi lima tahun sekali,” imbuhnya. JP/RS