politik

Caleg DPR RI Partai Gelora Amaluddin Merasa Aneh 25 Ribu Suaranya Hilang

Senin, 19 Februari 2024 | 13:19 WIB
Pendiri Amal Center (AMC) Amaluluddin M. ST (kanan).

KENDARI, rakyatsultra.id – Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI Partai Gelora Indonesia Dapil Sultra Amaluddin M. ST mengaku aneh dan heran dengan hasil rekapitulasi pengimputan suara yang dirilis dalam aplikasi Sistem Rekapitulasi Perhitungan Suara (Sirekap) KPU RI. 

Hal itu lantaran hasil suara yang diperolehnya saat Pemilu Legislatif pada 14 Februari lalu sangat berbeda yang diimput dalam Sirekap KPU RI.

Berdasarkan data hasil perhitungan suara yang dihimpun di TPS pada Pilcaleg lalu, dirinya mendapatkan suara yang sangat signifikan jumlahnya, namun saat dilihat dalam aplikasi Sirekap KPU RI justru tergerus turun.  

”Ini yang sangat aneh, kenapa bisa suara saya menjadi tergerus, padahal saya mendapatkan banyak suara, namun dalam data yang diunggah resmi KPU melalui situs sirekap KPU RI malah suara saya menjadi berkurang,” ujarnya saat ditemui di Kendari, Senin (19/2).  

Dirinya mengaku mengalami penurunan suara atau kehilangan suara hingga 25 ribu suara. Penurunan suara ini diketahuinya berdasarkan hasil  identifikasi data tim yang bekerja di lapangan.  

Disebutkannya, pada hari Minggu (18/2) pukul 23.32 Wita, KPU RI telah merilis data perolehan suara Caleg Partai Gelora dimana suara yang memilih dirinya sebanyak 10.550 suara, namun pada hari Senin (19/2) pukul 09.00 suaranya menjadi berkurang sebanyak 500 suara, sehingga suara dirinya yang terimput dalam Sirekap KPU tinggal 10.050 suara.

”Ini yang mengherankan, kenapa suara saya menjadi tergerus, tadi siang sempat naik 29.000 suara lalu berkurang lagi,” terang Caleg nomor urut 2 ini.

Atas dugaan ketidakberesan dalam pengimputan data hasil perolehan suara yang dirilis dalam Sirekab KPU, dirinya menuturkan akan melakukan penelusuran dan pengumpulan bukti-bukti terkait dugaan kehilangan suara.

Tidak menutup kemungkinan tuturnya ada dugaan praktek-praktek yang secara terstrukur, sistematis dan masif sengaja dilakukan untuk menggeruskan suara dirinya dan terlebih lagi suara Partai Gelora Indonesia.

”Tim kami saat ini sementara mengumpulkan bukti-bukti, dengan menghimpun data C1 yang berasal dari TPS, untuk kita cocokkan dengan pengimputan yang ada di aplikasi Sirekap KPU RI,” terangnya.

Dirinya juga mendukung permintaan dari sejumlah pihak, termasuk dari Partai Gelora Indonesia yang meminta dilakukan penundaan tahapan pleno ditingkat PPK, hingga KPU memerintahkan jajarannya ditingkat bawah mengumumkan hasil perolehan suara C1 secara terbuka ditempat-tempat umum atau di kantor Kelurahan, sebagaimana perintah UU Pemilu. ags           

Tags

Terkini