politik

Jokowi Sebut Presiden Boleh Kampanye, Suparman Marzuki: Orang Sekitar jadi Petugas Damkar

Kamis, 1 Februari 2024 | 07:02 WIB
Presiden Joko Widodo. Foto: Ricardo/JPNN

JAKARTA, rakyatsultra.id - Ahli hukum Suparman Marzuki menyoroti pernyataan Presiden Jokowi yang menyebut dirinya boleh berkampanye dan berpihak dalam Pemilu 2024.

Suparman menegaskan, pernyataan Presiden tersebut sangat naif.

"Jokowi itu bukan hanya kepala pemerintahan, tetapi juga kepala negara. Itu yang dia lupa," tegas Suparman kepada media, baru-baru ini.

Mantan Ketua Komisi Yudisial itu pun tak menduga seorang presiden dari 270 juta penduduk di sebuah negara yang akan melakukan suksesi kepemimpinan, mengeluarkan pernyataan yang tidak lazim.

Baca Juga: Salam 2 Jari di Mobil RI 1, Jokowi Dilaporkan Mahasiswa ke Bawaslu

Ketidaklaziman itu, sambung Suparman, bila dilihat dari perspektif etika berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat.

"Pernyataan ini juga memperlihatkan bahwa Presiden Jokowi tidak konsisten dengan pernyataannya sendiri," tegas Suparman.

Suparman mengungkapkan masih segar dalam ingatan publik, ketika beberapa waktu lalu Presiden Jokowi mengingatkan para kepala desa dan kepala daerah untuk menjaga netralitas.

Namun, tegas Suparman, Jokowi pada akhirnya melanggar ucapan sendiri.

"Sekarang saya lihat, orang-orang di sekitar Presiden itu sekarang seperti menjadi 'pemadam kebakaran' atau branwir. Mereka memadamkan kebakaran akibat ucapan Gibran. Kemudian memadamkan kebakaran akibat ucapan Presiden soal boleh kampanye, sampai-sampai Yusril (Yusril Ihza Mahendra) pun diturunkan menjadi branwir juga,"  pungkas Suparman. JPNN/RS

Tags

Terkini