politik

Gus Mus: Tugas NU Bukan Memenangkan Capres

Selasa, 30 Januari 2024 | 15:40 WIB
Gus Mus dikerubungi peserta pembukaan Konbes dan Halaqah NU di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krayak, Bantul, DIJ, Senin (29/1). Foto: Jawapos.

rakyatsultra.id - Di tengah santernya isu netralitas dalam perhelatan Pilpres 2024, Mustasyar PBNU A. Mustofa Bisri memberikan penegasan posisi Nahdlatul Ulama (NU). Dia mengatakan, tugas NU bukan untuk memenangkan calon presiden (capres) dalam pemilu atau pilpres. 

Pernyataan tersebut disampaikan Mustofa Bisri atau Gus Mus dalam pembukaan Konferensi Besar (Konbes) NU dalam rangka Harlah Ke-101 NU di Pesantren Al-Munawwir, Jogjakarta, kemarin (29/1). Dia berada di podium di hadapan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, dan ratusan undangan.

Gus Mus mengawali sambutannya dengan beberapa guyonan khasnya. Misalnya, saat dia menyapa Saifullah Yusuf dengan sebutan ustad. ”Kalau kiai ketinggian, ustad lah," katanya disambut tawa. Kemudian, Gus Mus juga mengatakan bahwa sesi dirinya naik ke panggung tidak ada dalam rangkaian acara. Dadakan. Tapi, baginya itulah kekhasan NU. Ketika dalam pengajian NU si mubalig tidak hadir, semua jemaah siap menggantikan si mubalig.

Bahkan, ketika dalam forum pembukaan konbes tersebut Kiai Miftachul Akhyar dan Gus Yahya berhalangan hadir, Gus Mus mengatakan, ada Saifullah Yusuf yang siap menggantikan. ”Bahkan, mungkin bisa lebih berkobar-kobar (pidatonya) ketimbang ketua umum," kata Gus Mus lagi-lagi disambut tawa undangan.

Ulama yang juga jago menulis dan membaca puisi itu lantas mulai menyinggung masalah pilpres. Dia mengatakan sempat ketar-ketir (waswas) ketika Rais Aam Miftachul Akhyar dan Ketum PBNU Gus Yahya membawakan pidato sambutan di podium. Dia waswas, jangan-jangan dalam pidatonya Kiai Miftachul Akhyar atau Gus Yahya menyinggung masalah pilpres. ”Aku niat, begitu nyebut pilpres, saya akan keluar (forum). Soalnya (pilpres) itu bukan urusan NU,’’ kata Gus Mus.

Dia menegaskan, urusan NU adalah memperbaiki kinerja untuk memenangkan Indonesia. Itu sesuai dengan tema yang diusung dalam Harlah Ke-101 NU kali ini. Gus Mus mengatakan, tugas NU bukan memenangkan capres. Tidak lama Gus Mus menyinggung masalah pilpres. Dia langsung memimpin pembacaan doa. Dia berdoa semoga Allah merahmati Indonesia. Selain itu, juga merahmati NU, warga NU, serta bangsa Indonesia pada umumnya.

Sebelum sesi Gus Mus, rangkaian sambutan dibawakan oleh Gus Yahya dan Kiai Miftachul Akhyar. Dalam pidatonya, keduanya sama sekali tidak menyinggung urusan pilpres atau pemilu. Beberapa poin yang disampaikan Gus Yahya di antaranya soal disiplin organisasi.

Dia mengingatkan kepada seluruh pengurus NU di semua tingkatan untuk selalu memperhatikan disiplin organisasi. ”Dengan mengikuti secara tegas, sami’na wa atho’na kepada pemimpin sebagai hakim yang menyelesaikan perbedaan apa pun di antara kita,’’ katanya. JP/RS

Tags

Terkini