rakyastultra.id - Wakil Presiden Ma’ruf Amin merespons tuntutan masyarakat soal netralitas aparatur negara dalam Pemilu atau Pilpres 2024. ”Kita memang meminta supaya di lapangan para petugas kita, pelaksana kita, baik dari TNI, Polri, maupun dari ASN itu harus menjaga netralitas,” katanya di kompleks Istana Wakil Presiden, Jakarta, kemarin.
Ma’ruf mengingatkan bahwa penyelenggaraan pemilu itu adalah agenda rutin lima tahunan. Kemudian, sistem penyelenggaraannya juga sudah terbangun. Termasuk juga semangat pelaksanaan yang jujur, adil, dan rahasia. Dia berharap pelaksanaan pemilu kali ini berjalan dengan lancar serta kondusif.
Ma’ruf juga sempat mengomentari kedekatan KSAD Jenderal TNI Agus Subiyanto dengan Presiden Jokowi. Menurut dia, sudah ada jaminan komitmen netral secara penuh oleh jajaran TNI. ”Soal (hubungan) dekat dan jauh itu relatif,” tutur dia.
KSAD Agus Subiyanto mengatakan, sudah ada peraturan bahwa anggota TNI dilarang melakukan politik praktis. Dia menekankan, kedekatannya dengan Presiden Jokowi sebatas kedekatan profesional dalam urusan pekerjaan.
Sementara itu, Polri telah menyiapkan satgas pengamanan capres dan cawapres. Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadan menerangkan, dalam Operasi Mantap Brata 2023 Polri terdapat pengamanan capres dan cawapres. ”Masing-masing capres dan cawapres mendapat dua tim pengamanan,” terangnya.
Untuk satu tim jumlahnya 37 orang yang terdiri dari SPRI aide de camp (ADC) 9 orang, lalu pengawalan pengamanan dan tenaga medis 21 orang. Terakhir, 7 orang pengawalan lalu lintas dengan dua sepeda motor dan dua sedan. ”Setiap capres dan cawapres mendapat dua tim,” urainya.
Dengan begitu, satu capres mendapatkan pengawalan dari 74 personel Polri. Ramadan mengatakan bahwa satu tim mengawal capres dan satu tim mengawal ibu capresnya. ”Tugasnya berbeda-beda ya,” ucapnya. JP/RS