politik

Irjen Sandi Yakin Hoaks Pemilu Bisa Dicegah dengan Satgas Humas

Senin, 16 Oktober 2023 | 12:20 WIB
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho memberikan keterangan pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (31/3/2023).

JAKARTA,rakyatsultra.id - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Sandi Nugroho memimpin apel gelar pasukan kesiapan Satgas Humas Ops Mantap Brata 2023.

Operasi tersebut digelar dalam rangka pengamanan Pemilihan Umum atau Pemilu 2024.

Irjen Sandi menyatakan satgas humas akan melaksanakan tugas dari mulai persiapan, saat pemilihan, hingga pascapemilu serentak.

Dalam satgas itu, dibagi menjadi tiga subsatgas, yakni Subsatgas Peliputan, Subsatgas Publikasi, serta Subsatgas Pemantauan, dan Viralisasi.

“Total 45 personel yang terlibat,” ungkap Kadiv Humas Polri kepada wartawan, Senin (16/10).

Jenderal polisi bintang dua itu mengatakan tim juga dibagi ke dalam Ops Nusantara Cooling System, khusus Satgas Humas membawahi Subsatgas Penmas dan Subsatgas Multimedia. Dalam satgas itu, 30 personel dilibatkan.

Lebih lanjut Sandi menyatakan satgas humas harus menampilkan performa terbaik dan pastikan peralatan siap dipakai saat gelar pasukan Ops Mantap Brata 2023-2024. gelar pasukan sendiri akan dilakukan pada Selasa (17/10/23) di Lapangan Silang Monas.

“Terus berkoordinasi intensif untuk meng-update perubahan kebijakan dan memonitor kegiatan Satgas lain,” ujar Kadiv Humas Polri.

Dalam apel ini, Kadiv Humas Polri pun melakukan pengecekan kesiapan dan menyatakan seluruhnya sudah siap melakukan operasi. Begitu juga di polda jajaran yang hari ini juga telah melakukan apel pengecekan kesiapan.

“Insyaallah hoaks bisa dicegah dan tangkap demi tujuan pemilu kali ini berjalan aman dan damai,” ujar Sandi.

Apel gelar pasukan Satgas Humas ini sebagaimana arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Dalam arahannya, Polri harus mewujudkan pesta demokrasi yang aman dan damai, serta mencegah berbagai kerawanan.

"Kesiapan menghadapi tahapan Pemilu 2024 tentunya kami juga persiapkan langkah dari persiapan pengamanan, untuk meredam terjadinya polarisasi atau hal-hal yang mengarah ke politik identitas dengan cooling system bekerja sama dengan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh daerah dan seluruh elemen masyarakat," ungkap Jenderal Sigit. JPNN/RS


Tags

Terkini