Jumat, 28 Agustus 2026

Ibas Bahas Geopolitik dan Geokonomi di Kuliah Umum Universiti Malaya

Photo Author
Sitti Asnawati, Rakyat Sultra
- Jumat, 2 Mei 2025 | 12:10 WIB
 Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono/Ist
Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono/Ist
 
 Jakarta,Rakyatsultra.id- Meskipun negara-negara Asia Tenggara berada di bawah tekanan untuk berpihak dalam dinamika global, ASEAN memilih non blok, dengan menjunjung nilai-nilai dasar seperti netralitas, persatuan, dan saling menghormati.
 
Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengatakan, kekuatan ASEAN terletak pada kemampuannya untuk bersatu dan bertindak sebagai jembatan antar kekuatan global demi menjaga stabilitas dan kemakmuran bersama.

 
Hal tersebut disampaikan Ibas saat menjadi Guest Lecture di Universiti Malaya, dengan Topik “Navigating a Changing World: ASEAN’s Path to Stability and Prosperity”, di Auditorium Faculty of Business & Economics, Rabu 30 April 2025.

“Saya senang berada di sini bersama begitu banyak mahasiswa cerdas dari Malaysia, seluruh ASEAN dan bahkan dunia. Saya menganggap pemaparan ini sebagai perjalanan yang kita lalui bersama,” kata Ibas dikutip Jumat 2 Mei 2025.

Ibas yang merupakan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini kemudian menyoroti bagaimana keadaan geopolitik dunia saat ini.

“Kita hidup di masa perubahan besar di seluruh dunia. Setiap hari kita melihat peristiwa besar yang memengaruhi semua orang, bahkan kita di Asia Tenggara," kata Ibas.

Ia mencontohkan perang Rusia-Ukraina. Meskipun konflik itu jauh dari Malaysia dan Indonesia, namun turut memengaruhi. Konflik itu telah membuat harga minyak dan pangan semakin tinggi.

Ketegangan Amerika Serikat dan China juga Ibas sorot sebagai elemen dunia multipolar yang memaksa banyak negara berkembang berada dalam tekanan untuk memilih pihak.

Namun pada kesempatan ini, Ibas menyatakan bahwa ASEAN dengan prinsip netralitas dan persatuan, menjadi nilai dasar, secara konsisten menolak tekanan untuk berpihak dalam konflik adikuasa.

“Sekarang dengan beberapa negara adikuasa, bukan hanya satu atau dua. Karena persaingan ini, negara seperti Malaysia, Indonesia terkadang merasa tertekan untuk memilih satu pihak. Namun jawaban ASEAN pada dasarnya adalah tidak," kata Ibas.
Ibas menekankan bahwa ASEAN berkomitmen untuk tetap netral dan menjalin hubungan baik dengan semua negara.

“ASEAN paling kuat jika berdiri bersama. Persatuan adalah jalan kita menuju keamanan, kemajuan dan kesejahteraan. Kami ingin ASEAN menjadi platform untuk kerjasama, bukan arena persaingan negara-negara besar," pungkas Ibas

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sitti Asnawati

Tags

Terkini

Terpopuler

X