Jumat, 28 Agustus 2026

Tak Yakin Dapat Partai, Cagub Mestinya Kumpulkan KTP Warga

Photo Author
Mahdar., Rakyat Sultra
- Rabu, 24 Juli 2024 | 20:30 WIB
M. Rhesa
M. Rhesa

MAKASSAR, Rakyatsultra.id -- Pengamat psikologi politik sekaligus akademisi Universitas Negeri Makassar (UNM), M. Rhesa menegaskan, bila seorang bakal calon gubernur merasa tak mampu 'merayu' partai, maka UU memberi mereka alternatif dengan memakai jalur independen.

“Silakan kumpulkan KTP warga. Kalau memang merasa didukung penuh oleh masyarakat, pastilah rakyat berbondong-bondong dengan sukarela menyetor KTP-nya," kata Rhesa, Rabu (24/7/2024).

Dia mencontohkan kasus Ahok ketika ikut Pilkada DKI Jakarta dengan memakai jalur independen dan berhasil mencukupi jumlah yang dipersyaratkan.

Namun, langkah tersebut tidak dilakukan dan semuanya menggantungkan diri ke partai. Jadi bakal calon harusnya sudah bisa menyikapi ini dengan dewasa.

Ketika ditanya soal partai politik (parpol) yang ogah memberi dukungan, Rhesa menilai bahwa hal itu bisa terjadi karena berbagai pertimbangan internal dari parpol.

"Partai politik itu punya pengalaman panjang dalam ikut berkontestasi di pemilihan umum. Mereka punya hitung-hitungan masing-masing di politik, punya strategi pemenangan serta punya analisis yang dalam menentukan bakal calon," lanjutnya.

Jadi, kata dia, bisa saja pertimbangan partai itu berkaitan loyalitas. Berpotensi menciptakan konflik dan musuh atau dinilai banyak terganjal masalah hukum. Berat bila calon sampai pernah bermasalah dengan tokoh-tokoh seperti Jusuf Kalla, Aksa Mahmud, Ilham Sirajuddin, SYL, dan Iwan Aras.


“Semua itu pasti menjadi pertimbangan parpol dalam menjatuhkan dukungannya. Apalagi bila elektabilitas kandidat tertentu tidak cukup kompetitif menurut berbagai hasil survei," katanya.

Dia juga menambahkan bahwa isu kotak kosong sebagai bencana demokrasi ini dilontarkan kubu yang pesimis akan kemampuan dan kapabilitasnya untuk mampu bersaing dalam kontestasi Pilgub Sulsel.

"Publik sudah paham jika rekomendasi partai untuk Pilgub saat ini rebutan, bahkan oleh figur di luar partai. Oleh karenanya, jika nanti ada yang berhasil meraih semua rekomendasi partai, itu adalah hal yang wajar, hasil dari pertarungan tahap pertama, perebutan rekomendasi partai. Jangan lupa, masih ada tahap berikutnya dan lazimnya politisi selalu optimis" urainya.

Jadi jalan bagi kandidat lain masih terbuka. Yang diperlukan kapabilitasnya dalam membuat partai yakin untuk memilihnya.

"Jalan optimis bagi kandidat manapun masih terbuka dan di sinilah kemampuan masing-masing figur dinilai terkait upaya memanfaatkan sumber daya yang dimiliki,” tutup Rhesa. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mahdar.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X