Jumat, 28 Agustus 2026

AJP Sering Keluarkan Dana Pribadi untuk Tangani Masalah Warga

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Selasa, 30 Januari 2024 | 09:45 WIB
AJP berfoto bersama warga ketika melakukan reses di Kecamatan Kadia, Senin (29/1/2024).
AJP berfoto bersama warga ketika melakukan reses di Kecamatan Kadia, Senin (29/1/2024).

KENDARI, rakyatsultra.id - Kepedulian Aksan Jaya Putra (AJP) terhadap masyarakat Sultra, terutama di Kota Kendari, sangat tinggi. Salah satu buktinya, anggota DPRD Sultra yang saat ini kembali mencalonkan diri sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Sultra ini kerap kali mengeluarkan dana pribadi untuk menangani masalah warga, khususnya Kota Kendari sebagai daerah pemilihannya.

Misalnya, di Kecamatan Kadia. Warga meminta bantuan kursi untuk dasawisma. Hal itu disampaikan warga saat AJP melaksanakan reses masa sidang 1 tahun 2023-2024, Senin (29/1/2024).

Dasawisma memiliki peran yang sangat penting dalam pelaksanaan program-program kegiatan PKK di tingkat desa/kelurahan yang nantinya akan berpengaruh pada kegiatan gerakan PKK di tingkat kecamatan dan kabupaten.

"Permintaan kursi dasawisma, Insya Allah itu pakai dana pribadi, karena itu tidak dianggarkan di APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, red)," ujar AJP sebagaimana rilis yang diterima rakyatsultra.id yang dikutip dari bentaratimur.com

Warga juga meminta bantuan sumur bor, paving block, drainase, bantuan modal untuk UMKM, serta persoalan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa Kota Kendari. Selain itu, ada juga permintaan bak sampah dan gerbang.

AJP mengatakan, permintaan warga kebanyakan masuk kewenangan Pemerintah Kota Kendari.

"Ada permintaan yang notabene bukan kewenangan saya. Tapi itulah dinamika dalam masyarakat. Mereka tahu bahwa ini reses, kita serap aspirasinya. Mereka sampaikan, kita jawab," tegas Aksan.

Mengenai permintaan sumur bor, paving block, dan drainase, Ketua Fraksi Golkar DPRD Sultra ini siap memperjuangkannya melalui APBD Perubahan 2024. Hanya, dia perlu melihat permintaan mana yang bisa diakomodasi terlebih dahulu.


"Sebab penempatan anggaran bukan saya sendiri. Ada beberapa anggota DPRD Sultra dapil Kota Kendari, sehingga nantinya kita putuskan di dinas yang mana yang duluan bisa diakomodir," bebernya.

Berkaitan persoalan PDAM, AJP mengungkapkan, perlunya revitalisasi PDAM. Sebab masalah ini tidak akan selesai, tanpa adanya revitalisasi.

"Kalau PDAM, saya kira ini persoalan yang tidak selesai, walaupun sekarang lagi perekrutan manajemen baru. Jadi revitalisasi PDAM yang sangan penting. Ini juga menjadi tantangan ke depan bagaimana melakukan revitalisasi yang ada, paling tidak sumber air ini yang ada dibeberapa titik bisa teraliri ke rumah-rumah warga," kata AJP. (rls)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Terpopuler

X