Jumat, 28 Agustus 2026

Pemuda Muhammadiyah: Jangan Korbankan TNI untuk Kontestasi Pemilu

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Kamis, 4 Januari 2024 | 22:11 WIB
Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dedy Irawan.
Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dedy Irawan.

rakyatsultra.id - Insiden antara TNI dengan kelompok relawan pendukung Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Boyolali, Jawa Tengah, tidak perlu dipolitisir.

Apalagi, kata Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dedy Irawan, insiden itu dijadikan sebagai komoditas politik untuk menaikkan elektabilitas.

"TNI itu pilar utama pertahanan negara, jangan dikorbankan hanya untuk kontestasi pemilu lima tahunan," ujar Dedy Irawan dalam keterangan tertulis, Kamis (4/1).

Dalam dugaan Dedy, ada pihak-pihak yang sengaja memainkan insiden sebagai cipta kondisi dengan menyudutkan TNI sebagai pihak bersalah.

"Saya menduga ada upaya pengkondisian yang dilakukan oleh para buzzer agar TNI dituduh yang paling bersalah dan harus segera ditindak keras," tuturnya.

Dia mengingatkan, upaya penyudutan itu pernah dialami Polri. Tetapi, upaya itu gagal dan justru menjadi magnet simpati publik pada Polri.

"Masih segar di ingatan kita kan, beberapa waktu yang lalu Polri yang coba diframing macam-macam, dan upaya itu gagal, malahan dapat rating kepercayaan yang tinggi dari publik," terangnya.

Lanjutnya, soal proses hukum yang sudah berjalan atas insiden di Boyolali, sebaiknya semua diserahkan pada penegak hukum.

"Kita percayakan saja pada perangkat hukum TNI untuk menyelidiki kemudian melaporkan. Kita harus percaya pada TNI kita," pungkasnya. RMOL/RS

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Terpopuler

X