KENDARI, Rakyatsultra.id - Indonesia telah menjadi negara demokratis, bahkan dikenal sebagai Negara Demokrasi Terbesar Ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan India. Ada banyak wujud demokrasi di lingkungan bangsa dan negara yang saat ini telah ada dalam kehidupan sehari-hari, seperti pemilihan umum, musyawarah mufakat, lembaga-lembaga negara, partisipasi masyarakat, dan kebebasan berpendapat.
Hal itu disampaikan Anggota MPR/DPR RI Dra Hj Tina Nur Alam MM dalam kegiatan Aspirasi Masyarakat dengan tema Penguatan Sistem Demokrasi Indonesia bersama ratusan milenial Kota Kendari dan Kabupaten Kolaka Timur, di aula salah satu cafe di Kendari, Kamis (12/10).
Menurut dia, saat ini demokrasi di Indonesia sudah berjalan dengan baik yang berasaskan pancasila. Hal ini dapat dilihat pada Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) mengalami kenaikan 3 tahun beruntun sejak 2020. Pada 2022, IDI berada di titik tertinggi berada di level 80,41 poin.
“Semakin tinggi tingkat IDI kan berarti tingkat perkembangan demokrasi Indonesia semakin baik, begitu pula sebaliknya. Banyak yang berperan di sini, bukan hanya partai politik, namun juga partisipasi masyarakat termasuk anak-anak muda,” katanya.
Menurut Anggota Komisi X DPR RI itu, anak muda saat ini harus melek demokrasi. Ini adalah bagian dari penguatan demokrasi. Secara keseluruhan, demokrasi menjadi instrumen dalam menciptakan kehidupan berkeadilan sosial.
Oleh karena itu, kata Tina, penting sekali pendidikan demokrasi utamanya di kalangan generasi Z ataupun milenial.
Pemahaman demokrasi, lanjut dia, bukan hanya mengenai pemilihan, musyawarah, dan partai politik, namun keseluruhan berkaitan demokrasi, seperti sistem pemerintahan, hak asasi manusia, peran masyarakat sipil, dan sebagainya.
“Pola-pola demokrasi juga sudah harus banyak diterapkan di kampus atau sekolah misalnya. Seperti pemilihan BEM, pemilihan ketua OSIS, pentingnya kesetaraan dan kesamaan untuk memilih dan dipilih dengan mengedepankan aturan yang disepakati. Ini semua demokrasi yang harus terus dirawat,” ungkapnya.
Dia memberikan dukungan kepada banyak pihak dalam penguatan demokrasi. Termasuk Kemendikbudristek yang memaksimalkan pendidikan demokrasi melalui penguatan profil pelajar pancasila di sekolah.
Tina Nur Alam berharap, generasi muda dapat mengambil peran yang lebih besar dalam penguatan sistem demokrasi Indonesia. DPR, kata dia, akan terus mendukung hal itu. Kegiatan tersebut diakhiri dengan sesi diskusi. RS