KENDARI, rakyatsultra.id – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker angkatan 9 Universitas Halu Oleo (UHO) bekerja sama dengan Badan Layanan Umum Daerah Unit Pelaksana Teknis Daerah (BLUD UPTD) Puuwatu Kota Kendari menggelar Sosialisasi Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang (Dagusibu) obat dengan baik dan benar serta penggunaan obat diabetes melitus pada pasien lanjut usia di Puskesmas Puuwatu Kendari, Senin (29/5).
Sosialisasi tersebut dilakukan oleh mahasiswa PSPPA UHO angkatan IX yang beranggotakan 5 orang yakni Evi Efriani, Fadliah Ramadhan, Muliyani Harli, Sahriani, dan Yulinar Dwi Putri, di bawah bimbingan Nuralifah dan Apt Nurramadhani A.Sida.
Ketua Tim Fadliah Ramadhan menerangkan, kegiatan tersebut dilakukan agar masyarakat lebih paham mengenai hal-hal dasar obat. Kerena banyaknya jenis obat yang beredar di pasaran serta kurangnya dan tidak akuratnya informasi yang didapatkan masyarakat akan menimbulkan kesalahan dalam penggunaan obat, terutama untuk pasien lansia.
"Kegiatan yang dilaksanakan di Puskesmas Puuwatu Kota Kendari bersama dengan ibu-ibu lansia itu bertujuan untuk mengedukasi masyarakat lanjut usia terkait cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat dengan baik dan benar serta mengedukasi masyarakat mengenai diabetes mellitus dan penggunaan obatnya," tuturnya.
Ia menerangkan, Diabetes Melitus adalah sebuah penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah seseorang akibat kelainan sekresi insulin. Kondisi ini bisa didiagnosis melalui beberapa pemeriksaan, seperti tes gula darah puasa, tes gula darah sewaktu dan lain-lain. Diabetes melitus merupakan satu dari 10 (sepuluh) penyebab kematian terbanyak di dunia menurut versi WHO (World Health Organization) tahun 2021.
Lanjutnya, orang yang mengalami diabetes melitus perlu lebih memperhatikan kadar gula darah dalam tubuhnya agar tidak terjadi komplikasi serius, seperti penyakit jantung, gagal ginjal, kebutaan, amputasi, bahkan kematian. Itulah mengapa cukup penting bagi seseorang yang memiliki risiko diabetes untuk melakukan pemeriksaan secara rutin.
"Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai Dagusibu dan penggunaan obat diabetes melitus membuat kami mahasiswa program studi pendidikan profesi apoteker melakukan edukasi mengenai hal itu di Puskesmas Puuwatu," ujarnya.
Menurutnya, sambungnya, kegiatan tersebut dapat membantu pihak puskesmas dalam menyampaikan informasi kepada para lansia yang mengenai penggunaan obat-obatan yang mereka konsumsi sehingga dapat meminimalisir kesalahan dalam penggunaan obat.
“Sosialisasi Dagusibu obat dan penyuluhan diabetes melitus diterima dengan baik oleh masyarakat. Hal ini ditandai dengan setelah sosialisasi dilakukan post test dan masyarakat sangat memahami materi sosialisasi yang telah disampaikan berupa cara penggunaan insulin, cara penggunaan tetes mata, pola hidup sehat untuk mencegah diabetes melitus dan lainnya,” tuturnya. CR5/B/ALP