Kepala Kemenag Muna Barat, H Adnan Saufi, S. Pd, M. Si.
LAWORO- Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Muna Barat memang baru seumur jagung, terbentuk setelah pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Muna Barat tahun 2014.
Namun Kemenag Mubar sudah melakukan langkah-langkah untuk mengejar ketertinggalan dari daerah-daerah lain di Sulawesi Tenggara. Salah satunya terkait pengelolaan madrasah atau sekolah yang di bawah naungan Kemenag di Mubar.
Salah satu program kerja Kemenag Mubar tahun 2022 mendatang adalah mengusulkan dua madrasah swasta menjadi negeri. Satu MTs Swasta setingkat SMP, satu Madrasah Aliah Swasta setingkat SMA.
Kepala Kemenag Mubar, H Adnan Saufi, S. Pd, M.Si kepada Rakyat Sultra menyebutkan, dua madrasah swasta yang diusulkan menjadi negeri itu yakni MTs Swasta Lapokainse dan MAS Lapokainse.
Adnan Saufi mengungkapkan bahwa di Kabupaten Mubar, baru ada satu sekolah negeri yang dinaungi oleh Kemenag, yakni Madrasah Ibtidayah yang setara dengan Sekolah Dasar (SD).
"Kondisi madrasah di Muna Barat cukup memprihatinkan, karena baru satu madrasah yang berstatus negeri yaitu madrasah ibtidayah, selebihnya berstatus sekolah swasta, " ucapnya.
Adnan berharap, perubahan status MTs dan MAS ini akan menambah peningkatan kualitas pendidikan maupun infrastruktur pendidikan madrasah di Mubar.
"Kalau statusnya negeri maka pengelolaannya akan diambil alih oleh Kemenag, secara otomatis anggaran yang turun juga besar, " ucapnya.
Untuk madrasah swasta, Kemenag hanya sebatas melakukan pembinaan dan pengelolaannya dilakukan oleh masyarakat atau swasta. (sra/aji)